Bangkit, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Pagi Ini

Kompas.com - 04/08/2020, 09:32 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) dibuka pada zona hijau di awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (4/8/2020). Demikian juga dengan mata uang garuda yang dibuka menguat.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.048,96 atau naik 42,7 poin (0,85 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.006,22.

Sebanyak 197 saham melaju di zona hijau dan 76 saham di zona merah. Sedangkan 119 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 681,3 miliar dengan volume 888,4 miliar saham.

Sementara di regional, mayoritas indeks berada di zona hijau. Indeks Nikkei Tokyo memimpin dengan kenaikan 1,49 persen, kemudian indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,81 persen, dan indeks Strait Times bertambah 0,79 persen. Sedangkan indeks Komposit Shanghai terkoreksi 0,19 persen.

Baca juga: IHSG Berpeluang Bangkit, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG berpeluang menguat dengan dukungan sentimen positif dari eksternal. Misalkan saja rilis data PMI AS dan rilis laba korporasi yang diatas ekspektasi pasar.

“Kemungkinan IHSG bisa rebound ya, sentimen positif-nya datang dari data indeks PMI AS yang naik 54,2 atau diatas ekspektasi sebelumnya 53,8. Selain itu dari 160 perusahaan AS yang melaporkan laba korporasi, 64 persen diantaranya diatas ekspektasi pasar,” kata Hans kepada Kompas.com.

Sementara itu, mengutip data Bloomberg pukul 09.11 WIB rupiah berada pada level Rp 14.570 per dollar AS atau menguat 60 poin (0,41 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.630 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pagi ini sentimen aset berisiko terlihat membaik dengan data-data indeks aktivitas manufaktur beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Zona Euro, US, termasuk Indonesia yang menunjukkan perbaikan.

“Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan rupiah hari ini di tengah kondisi pandemi yang belum membaik, karena data yang dirilis lebih bagus dari prediksi dan mengindikasikan pemulihan ekonomi,” kata Ariston.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp 14.550 per dollar AS sampai dengan Rp 14.700 per dollar AS.

Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X