Saat Kepala BKPM Samakan Strategi Genjot Investasi dengan Juventus....

Kompas.com - 04/08/2020, 11:11 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Bahlil Lahadalia, mengaku tidak hanya fokus menggaet investor baru untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sebab, di tengah pandemi Covid-19, banyak studi menunjukan adanya pelemahan potensi investasi baru, khususnya yang berasal dari luar negeri atau foreign direct investment (FDI).

Bahlil menyadari, realisasi investasi pada kuartal II-2020 mengalami penurunan sebesar 8,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp 191 triliun.

Baca juga: Relokasi Perusahaan Asing ke Indonesia, BKPM: Sudah Ada yang Groundbreaking

"Nah ini terjadi karena hampir semua negara itu menurut beberap data, bank dunia itu FDI nya menurun 30 sampai 40 persen," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (4/8/2020).

Namun, jika dilihat sejak Januari 2020, realisasi investasi pada paruh pertama tahun ini sudah mencapai Rp 402,6 triliun atau setara 49,3 persen target revisi BKPM, yakni sebesar Rp 817,2 triliun.

Menurutnya, angka tersebut sudah cukup baik jika melihat pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19.

Bahlil pun membeberkan, agar dapat merealisasikan target investasi sebesar Rp 817,2 triliun, pihaknya tidak hanya terfokus untuk menggaet para investor baru. BKPM juga terus menyelesaikan potensi investasi yang sebelumnya terhambat penyelesaiannya.

"Ibarat main bola kayak Juventus, menyerang dan bertahan, jadi kita menyerang dan bertahan menyelesaikan yang ada," katanya.

Baca juga: Perizinan Tumpang Tindih, Kepala BKPM: Teman-teman Juga Muak Melihatnya...

Berdasarkan data yang dia miliki, nilai potensi investasi mangkrak mencapai Rp 708 triliun. Sejak Oktober 2019, BKPM telah menyelesaikan potensi investasi tersebut sebesar Rp 410 triliun.

"Kalau ditanya apakah periode dari bulan Januari sampai bulan Juli ada FDI (foreign direct investment/ penanaman modal asing langsung) baru yang masuk, ada, tapi tidak maksimal. Harus saya jujur mengatakannya. Yang kami maksimalkan adalah ini," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X