Menaker Ingatkan Bonus Demografi Bisa Jadi Musibah

Kompas.com - 04/08/2020, 15:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Jakarta, Selasa (4/8/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai Indonesia memiliki modal pembangunan yang besar.

Sebab kata dia, Indonesia memiliki bonus demografi dengan penduduk usaha produktif lebih besar dari usia tidak produktif.

"Tentu, hal ini (bonus demografi) merupakan peluang emas yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai modal pembangunan, guna mengejar ketertinggalan dari negara lainnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Menteri PPN: Silakan Bertamasya, tetapi Jangan Lupa Protokol Kesehatan

Tetapi Menaker mengingatkan, bonus demografi dapat berbalik arah menjadi potensi masalah serius andai pemerintah tidak dapat menyiapkan angkatan kerja produktif dengan baik.

Masalah tersebut ucapnya, bisa muncul mulai di bidang sosial, politik, ekonomi dan juga pertahanan bangsa.

"Tantangan terbesar kita adalah menjadikan bonus demografi menjadi berkah, bukan musibah," ujarnya.

Baca juga: Curhat Menperin Dituduh sebagai Pembunuh Massal...

Untuk dapat memanfaatkan peluang, Ida mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyiapkan diri agar penduduk usia produktif memiliki kompetensi kerja yang mumpuni.

Ia berharap, Indonesia mampu memenangkan persaingan pasar kerja, baik dalam skala nasional, regional dan global.

"Dengan demikian, harapan kita agar Indonesia dapat menjadi lima negara terbesar dalam kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2045 saat kita merayakan kemerdekaan emas 100 tahun nanti, insya Allah dapat menjadi kenyataan," ucapnya.

Baca juga: Ini 3 Alasan Investor Lebih Pilih Vietnam Ketimbang Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X