Karier Darmin Nasution, Dulu Urus Ekonomi Negara, Kini Masalah Pupuk

Kompas.com - 05/08/2020, 08:54 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2019). MUTIA FAUZIAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjadi Komisaris Utama (Komut) di PT Pupuk Indonesia (Persero).

Darmin diangkat untuk menggantikan posisi Komisaris PT Pupuk Indonesia sebelumnya, Bungaran Saragih yang telah habis masa jabatannya berdasarkan SK Nomor 262/MBU/08/2020.

Sosok Darmin sendiri sudah tak asing lagi. Karier birokrasinya sudah puluhan tahun di bidang ekonomi. Sejumlah jabatan strategis sudah pernah dirasakannya.

Pria kelahiran 21 Desember 1948 di Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini pernah menjabat sebagai Dirjen Pajak Kementerian Keuangan periode 2006-2009 atau di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Erick Thohir Angkat Darmin Nasution Jadi Komut Pupuk Indonesia

Selepas itu, kariernya terus menanjak. Pada Juli 2009, dia ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Berikutnya, masih di masa pemerintahan SBY, Darmin terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia dengan masa tugas September 2010 - Mei 2013.

Saat rezim berganti, Darmin masuk ke Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dari tahun 2015 hingga 2019.

Di periode kedua Presiden Jokowi, posisinya digantikan oleh Airlangga Hartarto dari Partai Golkar. Darmin kemudian sempat beristirahat sejenak.

Baca juga: Mengintip Gaji Pejabat Kemenkeu yang Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Sebelum masuk birokrasi, Darmin adalah seorang akademisi. Dia merupakan senior Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Fakultas Ekonomi UI.

Selepas lulus dari UI, Darmin melanjutkan studinya ke Paris-Sorbonne University, lalu meraih gelar doktor ekonomi (S3) dari universitas yang sama.

Darmin lalu pulang ke Indonesia, mulai berkarier di almamaternya dan sempat menjadi Kepala LPEM-FEUI. Tahun 2000, dia menjabat Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan (2005-2006).

Saat tak lagi menjadi sebagai menteri, Darmin yang sudah memiliki 6 cucu ini mengaku ingin menghabiskan lebih banyak masa tuanya dengan keluarga. 

Baca juga: Airlangga Jadi Menko Perekonomian, Ini Pesan Darmin Nasution

Namun tak lama beristirahat usai melepaskan jabatannya sebagai Menko Ekonomi, Darmin kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) merangkap komisaris Independen. 

Adapun susunan lengkap jajaran Komisaris dan Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) yang baru sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Darmin Nasution
  • Komisaris Independen: Mustoha Iskandar
  • Komisaris Independen: Anhar Adel
  • Komisaris: Bambang Widianto
  • Komisaris: Suwandi
  • Komisaris: Febrio Nathan Kacaribu
  • Komisaris: Ari Dwipayana
  • Komisaris: Anwar Sanusi

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Bakir Pasaman
  • Wakil Direktur Utama: Nugroho Christijanto
  • Direktur Pemasaran: Gusrizal
  • Direktur Keuangan dan Investasi: Indarto Pamoengkas
  • Direktur Transformasi Bisnis: Panji W. Ruky
  • Direktur Produksi: Bob Indiarto
  • Direktur SDM & Tata Kelola: Winardi.

Baca juga: Rekam Jejak Adian Napitupulu, Politikus PDI-P yang Kerap Mengkritik Erick Thohir

(Sumber: KOMPAS.com/Akhdi Martin Pratama | Editor: Yoga Sukmana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan 'Leap'

Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan "Leap"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.