Samsung Tutup Pabrik Komputer Terakhir di China

Kompas.com - 05/08/2020, 12:30 WIB
ilustrasi Samsung reuters.comilustrasi Samsung

KOMPAS.com - Perusahaan raksasa teknologi, Samsung Electronics, memutuskan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di China pada akhir Agustus 2020. Samsung bakal mengalihkan produksinya dari negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Perusahaan asal Korea Selatan itu telah mengkaji beban produksi dan rantai pasok di China yang semakin meningkat. Ini disebabkan naiknya biaya tenaga kerja China, konflik perang dagang China dan Amerika Serikat (AS) yang berisiko membatasi pasar ekspor utama barang elektronik asal China, dan pandemi Covid-19 yang memukul perekonomian Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Perusahaan telah memutuskan untuk menutup pabrik sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dari basis produksi global kami," ungkap Samsung dalam laporannya, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Minat Beli Emas Batangan di Pegadain? Ini Rincian Harga Terbarunya

Langkah penutupan pabrik komputer tersebut bakal berdampak pada sekitar 1.700 karyawan Samsung Electronics Suzhou Computer di China. Jumlah karyawan itu sebenarnya sudah sangat turun dari sebelumnya 6.500 karyawan saat pabrik beroperasi 8 tahun lalu.

Perusahaan menjamin memberikan paket kompensasi yang adil dan masuk akal bagi karyawan yang terdampak. Termasuk pemberian dalam hal konseling karir dan pelatihan.

"Pekerja juga akan memiliki peluang untuk pindah ke fasilitas Samsung lainnya jika memungkinkan," kata perusahaan.

Baca juga: Tarif PPN Produk Pertanian Tertentu Turun Jadi 1 Persen

Meski demikian, Samsung memastikan China masih menjadi pasar penting bagi produk-produk elektronik perusahaannya.

"China tetap menjadi pasar yang penting dan kami akan terus menyediakan produk dan layanan superior bagi konsumen di China," tambah Samsung.

Pabrik komputer Samsung di Suzhou, China telah memproduksi laptop dan PC sejak tahun 2002. Puncak produksi terjadi pada tahun 2012 lalu dengan nilai ekspor perangkat mencapai 4,3 miliar dollar AS, namun turun menjadi hanya 1 miliar dollar AS pada 2018.

Sebelumnya, pada 2019 Samsung sudah lebih dulu menutup pabrik smartphone satu-satunya yang tersisa di China. Penutupan pabrik ponsel yang berlokasi di Huizhou itu didorong sulitnya bersaing dengan kompetitor lokal China soal upah buruh, ditambah dengan ekonomi China sekarang juga melamban.

Baca juga: Naik Rp 19.000, Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Lagi



Sumber Forbes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X