Ekonom: Belanja Pemerintah Menjadi Kunci Terhindarnya RI dari Resesi

Kompas.com - 05/08/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi shutterstock.comIlustrasi resesi ekonomi

Senada, Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, masih ada kemungkinan yang besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif di kuartal III-2020. Resesi menjadi suatu kemungkinan bagi Indonesia.

"Kemungkinan besar bisa ke arah negatif (kuartal III-2020). Karena kalau dilihat, kondisi transaksi bisnis sampai bulan Juli ini masih lemah, kecenderungan 1-2 minggu terakhir ini malah menurun," kata dia.

Oleh sebab itu, untuk mengkerek pertumbuhan ekonomi di kuartal-kuartal selanjutnya perlu peningkatan penyerapan belanja pemerintah agar konsumsi masyarakat bisa terdongkrak. Sehingga diharapkan perlambatan ekonomi Indonesia tidak semakin dalam.

"Semuanya bergantung pada kecepatan belanja pemerintah, karena kalau dari investasi agak susah," kata David.

Sementara itu, Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, selama wabah Covid-19 masih ada di Indonesia maka kontraksi ekonomi adalah suatu kewajaran. Sehingga memungkinkan untuk ekonomi kuartal selanjutnya juga negatif.

"Jadi itu adalah kewajaran, yang harus menjadi fokus pemerintah adalah bagaimana meningkatkan ketahanan masyarakat dan juga dunia usaha," ungkap Piter.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X