Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen: Sekali Lagi, Tolong Kendalikan Pandeminya

Kompas.com - 06/08/2020, 12:28 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRINGIlustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona.

Taiwan bergerak cepat dengan lockdown, tes, dan tracking yang masif, serta langkah kesehatan lainnya. Hasilnya, sejak 26 April 2020, kasus harian di Taiwan nol, dan hingga hari ini hanya di bawah 10.

Jumlah total kasus di Taiwan hanya 476, atau 2 kasus per 100.000 penduduk. Jumlah penduduk Taiwan 23,6 juta.

Dari sisi ekonomi, hasilnya impresif. Pada saat puncak lockdown, ekonomi Taiwan masih tumbuh 1,59 persen yoy di kuartal I-2020. Untuk kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Taiwan hanya minus 0,73 persen yoy.

Membedah pertumbuhan

Untuk Indonesia, jika pertumbuhan kuartal II-2020 dibedah, semakin jelas bahwa perekonomian kita sangat butuh pandemi ini dikendalikan.

Baca juga: Jejak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa

Sebagai bukti, mari kita lihat PDB menurut pengeluaran. Saya monitor sejak 1998, angka pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga biasanya tidak banyak berbeda. Pergerakannya pun searah.

Pada 2020 pun demikian. Pada kuartal I-2020, konsumsi tumbuh 2,83 persen sementara ekonomi tumbuh 2,97 persen.Pada kuartal II-2020, konsumsi terkontraksi minus 5,51 persen, ekonomi minus 5,32 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1998-Kuartal II 2020

Konsumsi menyumbang 55-60 persen dari PDB. Pada kuartal II-2020 angkanya 57,9 persen.

Jika dibedah lebih dalam, semua jenis konsumsi tumbuh minus. Konsumsi restoran dan hotel serta transportasi dan komunikasi malah minus dua digit, yaitu minus 16,5 persen dan minus 15,5 persen.

Efeknya, semua penjualan eceran terkontraksi. Mulai dari makanan, pakaian, hingga budaya dan rekreasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X