Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Pandemi Covid-19, Seberapa Aman Udara di Dalam Kabin Pesawat?

Kompas.com - 06/08/2020, 13:16 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan, saat ini sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta).

Director of Operation & Service PT AP II, Muhamad Wasid mengatakan, SIKM tidak berlaku lagi lantaran keputusan Pemprov DKI Jakarta yang menggantinya dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM). Demikian kutipan berita dari Kompas.com.

Sudah amankah bepergian dengan pesawat terbang?

Untuk meyakinkan penumpang bahwa bepergian menggunakan pesawat terbang aman dari kemungkinan terkena virus Covid-19, beberapa maskapai penerbangan antara lain menjelaskan bahwa pesawat terbang telah dilengkapi dengan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Air).

United Airlines mengatakan bahwa dengan HEPA, ruang kabin memiliki kemampuan untuk menghilangkan 99,7 persen airborne particles dari dalam kabin pesawat.

Sementara Delta Airlines menjelaskan bahwa HEPA bahkan mampu menghilangkan airborne particles hingga 99,99 persen. Dengan perkataan lain bahwa udara dalam kabin pesawat terbang “sangat aman” dari risiko penularan virus Covid-19.

Akan tetapi di Amerika Serikat sendiri, sebagai catatan untuk diketahui bahwa tidak semua pesawat terbang telah dilengkapi dengan sistem HEPA tersebut. Bagaimana dan apalagi di Indonesia?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebuah agen federal pencegah penyakit yang berada di bawah Kementerian Kesehatan AS telah mengeluarkan panduan berkait protokol kesehatan Covid-19 bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat terbang.

Adapun IATA (International Air Trasnport Association) mengatakan bahwa risiko penularan Covid 19 di dalam kabin pesawat terbang lebih rendah dibanding dengan ruang di pusat perbelanjaan atau shopping center dan Ruang Perkantoran.

Demikian pula ICAO (International Civil Aviation Organization) menjelaskan bahwa tingkat risiko penularan Covid-19 di dalam kabin pesawat sebagai extremely low, artinya sangat kecil kemungkinannya.

Dengan demikian maka kesimpulan sementaranya adalah bepergian dengan pesawat terbang akan cukup aman dan berisiko rendah untuk tertular Covid-19.

Pendapat berbeda

Baru baru ini, AFA, Association of Flight Attendants (Asosiasi Awak Kabin) di AS yang beranggotakan puluhan ribu awak kabin telah mengumumkan bahwa ada ratusan cabin crew sejak merebaknya covid-19 yang tested positive, dengan7 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Beberapa ahli lainnya mengatakan bahwa bepergian dengan pesawat terbang tetap mengandung kerawanan tertular virus. Demikian juga pihak CDC telah pula meragukan bahwa virus dan germs dapat dihilangkan total dengan sistem penyaring udara HEPA di kabin.

Di samping itu dengan duduk berdekatan dalam jarak yang kurang dari 2 meter di dalam kabin untuk waktu yang berjam-jam lamanya tetap saja akan menyebabkan potensi risiko tertular virus.

Bahkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengumumkan bahwa infeksi di kabin pesawat bisa saja terjadi antar penumpang yang duduk berdekatan karena batuk, bersin, dan sentuhan.

Para senior awak kabin dan beberapa perwakilan tenaga kerja lapangan di bidang aviasi menambahkan bahwa penyaringan udara di pesawat tidak akan cukup untuk mencegah paparan virus korona.

Mereka mencatat bahwa kontak dekat antara para penumpang dan petugas bandara yang berada di dalam pesawat, saat naik, di lorong koridor, dan juga di dekat toilet pasti memungkinkan tercemar paparan udara yang dihembuskan orang sebelum mencapai filter itu sendiri.

Jauh sebelum menyebarnya virus corona baru alias covid-19, kebersihan udara dalam kabin yang sempit selama berjam-jam penerbangan yang penuh penumpang sudah dipertanyakan banyak ahli.

Isu mengenai toxic fume events atau udara yang tercemar dalam kabin tidak begitu banyak diketahui masyarakat luas. Padahal isu ini telah menjadi topik bahasan bertahun-tahun dalam komunitas penerbangan berkait dengan dampak buruk kualitas udara dalam kabin bagi para awak pesawat terbang dan para frequent air traveler, mereka yang sering bepergian dengan pesawat terbang.

ICAO sendiri sejak tahun 2015 telah mengeluarkan panduan khusus tentang penanganan gas beracun yang berpotensi masuk kedalam kabin pesawat. Gas beracun itu bisa saja berasal dari engine oil, cairan hidraulik, gas buang mesin dari peralatan dukungan penerbangan atau GSE (Ground Support Equipment), dan bahan bakar pesawat.

Keluhan-keluhan lain tentang udara dalam kabin yang ditenggarai sebagai udara yang tidak segar dan kurang kadar oksigen serta mengandung pestisida telah diajukan kepada FAA untuk diadakan studi lebih mendalam sejak tahun 2018 yang lalu.

Kesimpulan

Dengan demikian maka patut dipertimbangkan bagi mereka yang sudah siap untuk bepergian lagi menggunakan sarana angkutan udara pasca Covid-19. Bisa saja sudah merasa aman dengan telah adanya sistem penyaring udara HEPA yang dipasang dalam kabin pesawat terbang.

Catatannya adalah bahwa tidak semua pesawat terbang sekarang ini yang sudah dipasang HEPA. Selain itu para ahli lainnya termasuk beberapa organisasi internasional ternyata masih meragukan keampuhan HEPA dalam menghilangkan risiko tertular Covid-19 di dalam kabin.

Lebih dari itu, jauh sebelum Covid-19, kajian tentang “kurang sehat”-nya udara dalam kabin saat terbang berjam jam, telah menjadi isu puluhan tahun lalu karena banyak berpotensi terkontaminasi.

Jadi kita harus bagaimana?

Mungkin saja untuk lebih aman, maka protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan (PJS) tetap saja akan masih merupakan andalan utama bagi kita semua untuk menjaga diri dari tertular Covid-19, termasuk di dalam kabin pesawat terbang tentunya.

Selamat terbang!

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.