Ekonomi RI Minus, Pengusaha Minta Pemerintah Gerak Cepat

Kompas.com - 06/08/2020, 19:03 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani, di Rapat Koordinasi Nasiona Kadin Bidang Perhubungan, di Graha CIMB Niaga, Jakart, Rabu (16/11/2016).  Achmad FauziKetua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani, di Rapat Koordinasi Nasiona Kadin Bidang Perhubungan, di Graha CIMB Niaga, Jakart, Rabu (16/11/2016). 
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti anjloknya realisasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal II-2020, yakni minus 5,23 persen, terburuk sejak tahun 1999.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, anjloknya pertumbuhan ekonomi terjadi lantaran proses implementasi kebijakan stimulus kesehatan dan perekonomian penanganan Covid-19 masih sangat lambat.

Oleh karena itu, Rosan mendorong pemerintah untuk melakukan percepatan pelaksanaan berbagai program stimulus penanganan Covid-19.

Baca juga: Petani Bisa Pilih Skema Tarif PPN 1 Persen

"Kadin mengharapkan pemerintah mempercepat implementasi kebijakan bagi dunia usaha dan UMKM, juga belanja anggaran pemerintah agar diperbesar dan dipercepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan guna menjaga daya beli masyarakat pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dan program Pra Kerja harus segara dipercepat,” tutur dia, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2020).

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan, hal lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan adalah penyaluran kredit modal kerja bagi UMKM dan mikro yang harus segera dilakukan agar dampak pandemi terhadap pengangguran dan perekonomian tidak semakin dalam.

"Untuk mengurangi kontraksi yang sangat besar di kuartal III-2020, karena apabila tidak segera direalisasikan maka proses recovery akan semakin panjang," kata dia.

Baca juga: Lowongan Kerja BRI, Ini Posisi dan Syaratnya

Kendati demikian, Kadin mengapresiasi langkah komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), berupa pemberiaan stimulus bagi pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Jumlah pekerja yang akan dapat bantuan mencapai 13,8 juta pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan. Besaran bantuan yakni Rp 600.000 selama 4 bulan yang diberikan per 2 bulan.

Menurutnya, hal itu sangat positif karena akan mendorong konsumsi dan menjaga daya beli, sekaligus menahan penurunan perekonomian di Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Mengenal Bedanya Resesi dan Depresi, Lebih Parah Mana?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X