Terancam 7 Tahun Penjara di Singapura, Ini Respons Konglomerat RI Kris Wiluan

Kompas.com - 07/08/2020, 12:21 WIB
Kris Wiluan CEO perusahaan minyak lepas pantai dan jasa kelautan Indonesia, KS Energy. Ia juga salah satu pendiri Citramas Group Indonesia. STRAITS TIMES/WONG KWAI CHOW Kris Wiluan CEO perusahaan minyak lepas pantai dan jasa kelautan Indonesia, KS Energy. Ia juga salah satu pendiri Citramas Group Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kris Taenar Wiluan, konglomerat asal Indonesia dan CEO KS Energy dan Citramas Group, dikenai 112 dakwaan terkait pelanggaran Pasal 197 pada Securities and Futures Act di Singapura.

Dia didakwa otoritas Singapura melakukan aktivitas perdagangan palsu dan kecurangan di pasar saham setempat dengan ancaman penjara hingga 7 tahun dan denda maksimal 250.000 dollar Singapura.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari harian Kompas, Jumat (7/8/2020), Kris Wiluan mengaku aktivitasnya atas transaksi saham KS Energy dilakukan secara transparan. Ia mengaku sejauh ini tidak mendapatkan keuntungan dari transaksi itu.

"Pembelian saya atas saham KS Energy dilakukan dengan transparansi tertinggi. Karena saham itu undervalued, saya bermaksud membantu pemegang saham publik yang lebih kecil yang telah membeli saham KS dengan tabungan pribadi mereka," kata Kris Wiluan.

Baca juga: Profil Kris Wiluan, Taipan Indonesia yang Terbelit Kasus di Singapura

"Saya belum menjual saham yang dibeli dan belum mendapat untung dari transaksi ini," tambah pengusaha Indonesia pemegang permanent resident di Singapura ini.

Kris Wiluan mengatakan, seluruh pembelian saham KS Energy diungkapkan pada saat transaksi dan diumumkan secara publik ke otoritas Bursa Efek Singapura.

Ia mengklaim tidak pernah bermaksud membuat transaksi perdagangan di luar aturan atau melakukan tindakan yang mencurangi pasar dan selalu mematuhi aturan hukum.

"Saya sangat sedih dengan tuduhan ini," ujar Kris Wiluan.

Hadapi 112 dakwaan polisi Singapura

Sebagai informasi, Kris Wiluan didakwa polisi Singapura telah menginstruksikan karyawannya, Ho Chee Yen, untuk menyuruh seorang perwakilan perdagangan dari CIMB Securities Singapura bertransaksi saham KS Energy lewat perusahaan lain, Pacific One Energy.

Baca juga: Hadapi 112 Dakwaan, Konglomerat Indonesia Kris Wiluan Terancam Penjara di Singapura

Menurut otoritas Singapura, Pacific One Energy, terafilisasi dengan KS Energy dan secara langsung dikendalikan oleh Kris Wiluan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X