MenkopUKM: Tata Niaga Produk UMKM Akan Dibenahi

Kompas.com - 07/08/2020, 13:27 WIB
Menteri UKM Teten Masduki saat memberikan pengarahan kepada ratusan pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAMenteri UKM Teten Masduki saat memberikan pengarahan kepada ratusan pelaku UMKM di Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya tengah menyusun rencana untuk membenahi dan menata tata niaga produk UMKM di seluruh Indonesia.

Ia menyebutkan, salah satu rencananya yaitu akan menghubungkan produk UMKM dengan pasar.

"Kita akan menghubungkan produk UMKM dengan pasar. Misalnya, untuk produk pertanian, sudah harus terhubung dengan pasar sejak masa tanam. Jangan menunggu panen baru mencari pasar," ujarnya mengutip siaran persnya, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Cara agar Koperasi dan UMKM Bangkit di Masa Pandemi Corona

Selain itu, Teten juga menjelaskan perlunya para pelaku UMKM untuk didorong agar mau terjun ke market digital sehingga proses digitalisasi UMKM bisa dipercepat, karena menurutnya tren market demand saat ini ada di marketplace online.

"Kalau sudah digitalisasi, maka akan terhubung dengan market yang sangat luas. Bahkan, bisa lebih mudah mengakses ke pembiayaan," jelasnya.

Apabila pelaku UMKM terdigitalisasi, Teten meminta mereka bisa memberikan cepat setiap permintaan.

Selain itu pula, para pelaku UMKM juga diminta harus bisa memenuhi permintaan konsumen dengan menyiapkan kapasitas produksi yang cukup.

"Permintaan di marketplace itu besar. Kita harus siapkan kapasitas produksinya agar mampu mencukupi permintaan," katanya.

Dalam rangka pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa Bansos Produktif.

Bansos tersebut diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan. Program ini akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp 2,4 juta.

"Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address," paparnya.

Selain itu, Teten juga mengajak para pedagang Pasar Blauran II, Salatiga, untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada.

"Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X