Kompas.com - 07/08/2020, 13:40 WIB
Ilustrasi rumah ApartementtherapyIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Mau beli rumah? Mungkin lelang rumah sitaan bank bisa menjadi alternatif bila ingin membeli rumah.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, harga rumah sitaan yang dilelang oleh bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa lebih murah dibandingkan harga awal rumah tersebut ditawarkan.

"Harga yang ditawarkan dari lelang memang biasanya lebih murah bahkan dari harga perdana, karena yang penting bagi bank uangnya dari kredit yang dipinjamkan itu bisa kembali," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Lelang Mobil Murah Sitaan Bea Cukai, Honda Jazz Mulai Rp 38,7 Juta

Dia menyebut, harga rumah sitaan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini kerap memberikan potongan hingga 70 persen kepada konsumer ketika kembali dipasarkan.

"Biasanya diskon sampai 60-70 persen dari harga pasaran. Ada juga yang lebih besar," katanya.

Ali pun memberikan tips kepada masyarakat yang ingin membeli rumah sitaan dari bank -bank negara ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yang pertama sebut dia, cari informasi harga pasaran di sekitar rumah yang dilelang

"Memilih rumah sitaan gampang-gampang susah. Cari informasi harga sekitar apa benar harganya lebih murah dengan kalkulasi biaya perbaikan yang mungkin harus dikeluarkan," ujarnya.

Kemudian perhatikan lokasi rumah yang diincar. Dia menganjurkan untuk memilih lokasi yang strategis agar kelak ketika konsumer ingin menjualnya lagi harga masih tetap tinggi.

"Pilih lokasi yang bagus sehingga nantinya gampang dijual kembali," ujarnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.