Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Kompas.com - 07/08/2020, 19:29 WIB
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan di awal 2021 sekitar 40 juta penduduk sudah bisa disuntikan vaksin Covid-19.

Saat ini PT Bio Farma tengah melakukan uji klinis tahap III terhadap vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Jika proses pengujiannya berjalan mulus, maka vaksin tersebut siap diproduksi.

“Uji klinis III kami pastikan kalau ini benar semua, Januari-Februari 2021 kami bisa mulai menyuntikan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin,” ujar Erick, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19, Apa Sebabnya?

Erick menambahkan, nantinya dalam proses penyuntikan vaksin tersebut dibutuhkan kerja sama dari berbagai instansi.

Mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI/Polri, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).

“Itu lah yang kami kemarin pastikan, bahwa Menkes, Mendikbud, TNI/Polri, dan PMI harus bersatu pada saat imunisasi. Karena kapasitas kita selama ini 40 juta setahun. Sekarang tiba-tiba harus 320 juta-380 juta dalam waktu setahun,” kata Erick.

Meski sulit, mantan bos Inter Milan itu optimis proses imunisasi vaksin Covid-19 bisa sukses dilakukan. Namun, dengan catatan semua pihak harus bersatu padu.

“Sesuatu yang imposible kalau dilakukan sendiri-sendiri. Tapi kami mau tidak mau, harus setahun. Kalau tidak, risikonya ekonominya lama lagi,” ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X