Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Covid-19 dan Konflik AS-China Masih Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 10/08/2020, 08:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan akan bergerak melemah.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG berpeluang melemah tertekan oleh sentimen eksternal, seperti peningkatan kasus Covid-19 secara global, memanasnya konflik AS dan China, serta rencana paket stimulus AS yang masih dalam perundingan.

“Kami perkirakan IHSG cenderung konsolidasi melemah, karena peningkatan kasus Covid-19. Selama belum ditemukan vaksin yang efektif, pasar akan khawatir akan perlambatan pertumbuhan ekonomi,” kata Hans Minggu, (9/8/2020).

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Negatif di Akhir Pekan

Di sisi lain, sentimen negatif juga muncul dari memanasnya konflik China dan AS, menyusul larangan presiden AS Donald Trump terhadap setiap transaksi AS dengan perusahaan teknologi China ByteDance (pembuat aplikasi Tik Tok) dan Tencent (pembuat aplikasi WeChat) selama 45 hari.

“Pasar khawatir bila konflik ini berujung pada, aksi China melakukan pembalasan dengan memblok aplikasi dari AS seperti Apple atau Microsoft,” jelas dia.

Sementara itu, pelaku pasar masih menantikan kelanjutan paket stimulus AS dalam mengantisipasi pandemi Covid-19. Kesepakatan yang tercapai akan akan menjadi amunisi baru dalam penguatan Indeks, namun jika negosiasi lama maka pasar akan merespon negatif.

Hans memproyeksikan hari ini IHSG akan bergerap pada level support 5.059 sampai dengan 4.928 dan resistance pada level 5.200 sampai dengan 5.250.

Adapun rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, antara lain :

1. Artha Sekuritas
MDKA rekomendasi buy 1.780 – 1.830, TP 2.050 – 2.100, stop loss <1.880
SCMA rekomendasi buy 950 – 975, TP 1.350 – 1.400, Stop Loss 1.200
TLKM rekomendasi buy 3.000 – 3.030, TP 3.120 – 3.150, stop loss 2.970

2. Anugerah Mega Investama
BNLI area akumulasi 1.235 sampai dengan 1.250, TP 1.280 – 1.325, cut loss bila turun 1.210.
GGRM rekomendasi buy back jika break level 53.000, TP 48.250 – 47.200, area sos di level 51.950 - 50.250.
ICBP rekomendasi buy back jika break level 10.850, TP 9.600 sampai dengan 9.200, area sos di level 10.625 – 10.000.

3. Panin Sekuritas
ASII rekomendasi buy 5.100 sampai dengan 5.250, TP 5.375 – 5.500, stop loss <5.025.
GGRM rekomendasi buy and hold >50.000, TP 52.000 - 54.000.
PTSN rekomendasi buy and hold <200, TP 242 - 260.

Baca juga: 7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Earn Smart
Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Spend Smart
Harga BBM Nonsubsidi Berubah Berkala, Masyarakat Perlu Edukasi agar Terbiasa

Harga BBM Nonsubsidi Berubah Berkala, Masyarakat Perlu Edukasi agar Terbiasa

Whats New
Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Rilis
Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Whats New
Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi 'Food Grade' di Jombang

Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi "Food Grade" di Jombang

Whats New
BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

Whats New
Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Whats New
Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Whats New
Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Whats New
BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Whats New
BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

Whats New
Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Whats New
Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan 'Hadiah' Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan "Hadiah" Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+