Marak Klaim Obat Covid-19, YLKI Sentil Pemerintah

Kompas.com - 10/08/2020, 12:19 WIB
Ketua Harian Pengurus YLKI Tulus Abadi saat konfrensi pers di Kantor YLKI Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017). Pramdia Arhando JuliantoKetua Harian Pengurus YLKI Tulus Abadi saat konfrensi pers di Kantor YLKI Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Klaim obat Covid-19 marak terjadi di tanah air. Bahkan, beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan seorang bernama, Hadi Pranoto, yang mengatakan, dirinya sudah menemukan obat herbal Covid-19.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, salah satu penyebab utama munculnya klaim obat Covid-19 adalah buruknya politik manajemen penanganan wabah yang dilakukan pemerintah.

Pemerintah disebut kerap kali melakukan blunder ketika mengeluarkan pernyataan terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak dan Bea Cukai

"Sejak awal pemerintah memberikan contoh buruk dalam merespons virus corona, nasi kucing anti corona, doa kunut anti corona, ada jamu pancasila, sampai terakhir kalung ecalyptus oleh Menteri Pertanian," ujar Tulus dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8/2020).

Berbagai pernyataan pemerintah tersebut kemudian membuka ruang untuk hadirnya disinformasi di kalangan masyarakat. Seperti halnya, klaim vaksin Covid-19 yang marak bermunculan.

"Selevel pejabat publik memberikan contoh yang kurang baik, kurang produktif, kurang mencerdaskan. Sehingga kalau saat ini ada klaim-klaim bermunculan, itu efek itu semua," tutur Tulus.

Baca juga: Ada Lelang Online Sepeda Brompton, Pegadaian Pastikan Akun Palsu

Selain itu, Tulus juga menyoroti berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam meredam dampak Covid-19. Pemerintah dinilai sudah terlalu fokus terhadap pemulihan ekonomi.

Namun, hal tersebut justru mengakibatkan jumlah positif Covid-19 terus bertambah. Pada saat bersamaan, perekonomian nasional juga mengalami penurunan yang dalam.

"Sekarang faktanya pertumbuhan ekonomi (kuartal II-2020) minus 5,3 persen, sekarang diambang resesi. Artinya, manajemen penanganan wabah, pemerintah terlalu keliru dengan terlalu fokus pada ekonomi," ucapnya.

Baca juga: Deretan Fakta Karyawan Swasta Terima BLT Rp 2,4 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Rilis
Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Whats New
Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

Rilis
Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Whats New
Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Whats New
Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Whats New
Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

Rilis
Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X