Mengapa UMKM Tak Terdampak Krisis 1998? Ini Penjelasannya

Kompas.com - 10/08/2020, 17:51 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede membandingkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini dengan krisis ekonomi 1997-1998.

Dia menggambarkan, kondisi perekonomian pada tahun 1997-1998 silam, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih dapat beraktivitas serta tidak ada pembatasan sehingga pada situasi krisis tidak begitu terpuruk.

"Tahun 97, 98 kita tahu UMKM tidak terkena. Karena UMKM waktu itu tidak dilarang untuk bekerja, tidak dilarang untuk berbisnis, tidak ada kegiatan work from home. Jadi, kegiatan perkantoran masih terjadi. Para pedagang kaki lima masih bisa berdagang," katanya dalam konfrensi pers secara daring, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Pertanian Mau Krisis atau Enggak, Selalu Tumbuh...

Lain halnya situasi ekonomi Indonesia selama adanya pandemi virus corona (Covid-19) yang terbatas aktivitasnya karena imbauan pemerintah maupun keinginan sendiri.

Raden pun menjelaskan, situasi pandemi ini, seluruh sektor terkena imbasnya termasuk UMKM yang selama ini dianggap sebagai penopang perekonomian nasional.

"Kalau sekarang, secara sengaja "jangan, jangan" (beraktivitas). Apakah karena dilarang pemerintah ataukah karena keinginan sendiri bertindak hati-hati untuk menjaga kesehatannya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu yang sangat memukul UMKM kita. Itu yang membedakan dengan tahun 97-98," jelasnya.

Pasalnya, menurut dia, pada tahun tersebut saat krisis moneter yang paling terkena dampaknya adalah pelaku usaha kategori elit atau menengah ke atas. Bukan sektor UMKM. Maka dari itulah alasan ekonomi RI pada tahun itu, lanjut Raden, masih bisa bangkit.

"Karena tahun 1997-1998 lebih memukul konglomerasi. Tapi kelompok kecil tidak terpukul," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Pertamina Punya Kapabilitas Jadi Perusahaan Besar Dunia

Erick Thohir: Pertamina Punya Kapabilitas Jadi Perusahaan Besar Dunia

Whats New
Pemerintah Gelontorkan Anggaran PEN Rp 305,50 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Gelontorkan Anggaran PEN Rp 305,50 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Whats New
Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Whats New
Cara TaniHub Group Menjaga Kualitas Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19

Cara TaniHub Group Menjaga Kualitas Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19

Rilis
Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG

Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris IFG

Whats New
Sri Mulyani: Menjelaskan 4 Level PPKM ke Masyarakat Tidak Mudah

Sri Mulyani: Menjelaskan 4 Level PPKM ke Masyarakat Tidak Mudah

Whats New
[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Membuat Mainan dari Kardus Bekas | Tips Teknik Berjalan Mendaki dan Turun Gunung

[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Membuat Mainan dari Kardus Bekas | Tips Teknik Berjalan Mendaki dan Turun Gunung

Rilis
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Naik KA Jarak Jauh dan KA Lokal

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Naik KA Jarak Jauh dan KA Lokal

Whats New
PPKM Diperpanjang Lagi, Bioskop CGV Rambah Layanan Pesan Antar Makanan

PPKM Diperpanjang Lagi, Bioskop CGV Rambah Layanan Pesan Antar Makanan

Whats New
Beredar Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun Sumbangan Akidi Tio, Apa Itu?

Beredar Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun Sumbangan Akidi Tio, Apa Itu?

Whats New
Hingga Akhir Juni 2021, Dana yang Dihimpun Securities Crowdfunding Lebih dari Rp 290 Miliar

Hingga Akhir Juni 2021, Dana yang Dihimpun Securities Crowdfunding Lebih dari Rp 290 Miliar

Whats New
Masuk Daftar Fortune 500, Pertamina Ungguli Tesla hingga Repsol

Masuk Daftar Fortune 500, Pertamina Ungguli Tesla hingga Repsol

Rilis
Ciputra Tebar Dividen Rp 157 Miliar, Catat Tanggal Pembagiannya

Ciputra Tebar Dividen Rp 157 Miliar, Catat Tanggal Pembagiannya

Whats New
BCA Akan Stock Split, Analis: Investor Bermodal Kecil Lebih Mudah Beli Saham

BCA Akan Stock Split, Analis: Investor Bermodal Kecil Lebih Mudah Beli Saham

Whats New
Apa Itu Proyek Strategis Nasional?

Apa Itu Proyek Strategis Nasional?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X