BTN Telah Salurkan Kredit Rp 4,9 Triliun dari Dana PEN

Kompas.com - 10/08/2020, 20:23 WIB
Ilustrasi BTN. Dok. BTNIlustrasi BTN.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar hampir Rp 5 triliun.

BTN masih akan menggenjot penyaluran dana PEN tersebut sesuai komitmen yaitu total Rp 15 triliun hingga akhir September 2020.

"Selama kurang lebih sebulan, kami fokuskan penyaluran PEN ke sektor yang masih bertahan saat pandemic berlangsung, misalnya ke sektor konstruksi yang terkait KPR dan penyaluran kredit konsumer baik KPR Subsidi dan Non Subsidi serta kredit ke UMKM,” kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Pekan Pertama Agustus, Bank Mandiri Salurkan Kredit PEN Rp 5,6 Triliun

Realisasi bisnis BTN atas penempatan uang negara untuk ekspansi pada sektor pembiayaan perumahan posisi sampai dengan 7 Agustus 2020 sebesar Rp 4,965 triliun atau 99,3 persrn dari penempatan dana pemerintah di BTN.

Adapun rinciannya yaitu KPR Subsidi sebesar Rp 1,791 triliun dengan 12.873 unit, KPR Non Subsidi sebesar Rp 1,693 triliun dengan 7.045 unit, Kredit Konstruksi dan lainnya sebesar Rp 1,028 triliun, serta kredit ke BUMN sebesar Rp 453 miliar.

Pahala memaparkan, untuk bulan Juli hingga Desember 2020, sesuai rencana bisnis, dana penempatan pemerintah akan disalurkan untuk 68.500 unit atau setara dengan KPR subsidi senilai Rp 9,24 triliun. Adapun untuk KPR nonsubsidi akan terealisasi untuk 17.857 unit atau setara dengan Rp 6,25 triliun.

Sedangkan kredit konstruksi rencananya akan disalurkan sebesar Rp 5,485 triliun dan kredit ke BUMN senilai Rp 9,05 triliun. Sehingga, total penyaluran kredit bulan Juli hingga Desember 2020 mencapai 86.357 unit atau senilai kurang lebih Rp 30 triliun.

Baca juga: BTN Sudah Salurkan Kredit Rp 4,4 Triliun dari Dana yang Dititipkan Pemerintah

Pahala menjelaskan, dalam sebulan ini BTN berupaya untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor yang terdampak pandemi Covid-19 namun masih berpotensi bangkit dalam jangka waktu menengah, misalnya sektor konstruksi dan konsumsi.

“Seleksi kami lakukan semata agar risiko kredit terkendali sehingga non performing loan (kredit macet) dapat dikendalikan,” ujarnya.

Selain PEN, BTN juga berkomitmen melaksanakan program pemulihan ekonomi lain yang diinisasi oleh pemerintah, di antaranya Program Penjaminan Kredit Modal Kerja untuk UMKM yang terdampak pandemic Covid-19.

Perseroan juga menggulirkan program stimulus dengan pemberian subsidi bunga atau marjin untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan ekonomi debitur dalam menjalankan usahanya sebagai bagian dari upaya mendukung program PEN.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X