Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Siswa yang Belajar secara Online

Kompas.com - 11/08/2020, 14:28 WIB
Sultan Zihan (kaos putih), seorang pelajar yang berjualan onde-onde keliling untuk bisa membeli handphone supaya bisa belajar online atau daring semasa sistem pembelajaran pandemi covid-19, Senin (3/8/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASultan Zihan (kaos putih), seorang pelajar yang berjualan onde-onde keliling untuk bisa membeli handphone supaya bisa belajar online atau daring semasa sistem pembelajaran pandemi covid-19, Senin (3/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah menggodok bantuan pendidikan untuk siswa yang harus belajar secara online akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Bendahara Negara itu mengatakan tantangan belajar bagi anak sekola di tengah situasi Covid-19 sangat besar, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin.

Untuk itu, dia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan bantuan tidak hanya bagi anak-anak yang kesulitan untuk sekolah, namun sekaligus memberi akses agar mereka bisa belajar secara online.

Baca juga: Sri Mulyani: Presiden Pertimbangkan Beri Gaji Ke-13 untuk Tenaga Kesehatan

"Di dalam situasi Covid-19 ini, tantangan lebih besar. Anak-anak nggak bisa sekolah, dan kita sedang membahas gimana kita bisa bantu di mana mereka tidak hanya bisa sekolah, tapi juga bisa akses melalyi pembelajaran digital. Karena teknologi, entah tidak memiliki HP atau tidak bisa membayar pulsa," jelas Sri Mulyani dalam video conference, Selasa (11/8/2020).

Namun demikian, Sri Mulyani belum memberikan rincian mengenai skema bantuan yang akan diberikan kepada anak sekolah tersebut.

Hanya saja, dia mengatakan, saat ini proses pembahasan skema bantuan tersebut sedang dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan.

"Ini jadi tantangan baru yang harus kita pecahkan dan kita sedang bahas dengan kementerian terkait gimana kita bisa bantu keluarga-keluarga ini dalam suasana Covid-19, di mana mereka tidak mungkn hadir fisik," jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, pemerintah telah memberikan bantuan kepada wirausaha atau UMKM yang mayoritas penerimanya adalah perempuan.

Misalnya saja bantuan kredit Ultra Mikro (UMi) yang sudah menjangkau 2,1 juta debitur, Mekaar 6,2 juta debitur, dan sebanyak 4 juta debitur berasal dari pegadaian.

Dengan sasaran bantuan yang sebagian besar diterima oleh perempuan memberikan efek berganda lebih luas, terutama untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak usia sekolah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Whats New
Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X