Aki GS Yuasa Menangkan Sengketa Merek di MA

Kompas.com - 12/08/2020, 10:31 WIB
Ilustrasi Pengadilan yang Korup ShutterstockIlustrasi Pengadilan yang Korup

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung (MA) memenangkan perusahaan asal Jepang, GS Yuasa Corporation atas sengketa merek dengan PT Golden Surya Jaya. Maka, kini pendaftaran merek GSJ oleh Golden Surya Jaya harus dibatalkan.

Dalam persidangan yang berlangsung Juni 2020 lalu, MA menguatkan putusan Pengadilan Niaga untuk membatalkan merek GSJ atas dasar persamaan dengan merek terkenal GS dan itikad tidak baik.

Golden Surya Jaya sempat mengajukan kasasi, tetapi ditolak, sehingga MA menguatkan putusan Pengadilan Niaga.

Baca juga: Didenda Pengadilan Australia, Garuda Indonesia Ajukan Banding

GS Yuasa yang dikenal sebagai produsen aki ini, menilai pendaftaran merek dengan itikad tidak baik masih umum ditemukan di Indonesia. Banyak merek terkenal di berbagai industri yang menjadi sasaran pendaftaran merek dengan itikad tidak baik.

Ini merupakan salah satu risiko yang dihadapi perusahaan ketika berinvestasi di Indonesia. Oleh sebab itu, seperti yang dilakukan GS Yuasa, perusahaan perlu mengajukan gugatan di pengadilan untuk melindungi mereknya.

Menurut Mantan Hakim Mahkamah Agung Johannes Djohansyah, undang-undang merek mengatur pihak yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan pembatalan terhadap merek terdaftar. Termasuk yang diajukan dengan itikad tidak baik, di mana pemohon memiliki niat untuk menyalin, menyesatkan, dan meniru merek pihak lain demi keuntungan bisnis.

"Hal itu memungkinkan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan menyesatkan konsumen. Maka, pengadilan dapat meninjau dan memutuskan untuk membatalkan merek terdaftar," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/8/2020).

Sengketa merek dengan Golden Surya Jaya merupakan kasus yang dimenangkan perusahaan untuk kelima kalinya. Pada empat kasus sebelumnya MA Mahkamah Agung telah memutuskan GS Yuasa Corporation adalah pemilik dan pengguna pertama merek GS yang merupakan merek terkenal.

Saat ini GS Yuasa tengah memiliki sengketa merek lainnya yakni dengan merek GSP Grand Super Power dan Logo yang tengah berlangsung dan berada dalam tahap kasasi.

Pengacara GS Yuasa Corporation Tania Lovita mengatakan, melihat rekam jejak perusahaan yang menag dalam lima sengketa merek, maka pihaknya optimistis MA juga akan memutuskan perkara berdasarkan hak dan prinsip yang semestinya.

"Kami benar-benar optimistis bahwa para hakim akan mengambil pendekatan yang konsisten untuk melindungi merek-merek terkenal di Indonesia," kata Tania.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X