Airbnb Berencana Melantai di Bursa pada Akhir Tahun 2020

Kompas.com - 12/08/2020, 17:52 WIB
Contoh aplikasi Airbnb. theverge.comContoh aplikasi Airbnb.

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan penginapan Airbnb dikabarkan tengah mencapai tahap akhir dalam mencatatkan saham mereka di bursa saham AS, Wall Street.

Dikutip dari CNN, Rabu (12/8/2020) Airbnb berencana mengajukan data untuk melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering ( IPO) kepada Securities and Exchange Commision pada akhir bulan ini.

Diperkirakan, perusahaan tersebut akan secara publik terdaftar dalam bursa saham di akhir tahun. Namun demikian, Airbnb belum memberikan keterangan resmi terkait rencana tersebut.

Baca juga: Bisnis Terdampak Virus Corona, Airbnb Dapat Utang Rp 15,6 Triliun

Wall Street Journal melaporkan, Morgan Stanley dan Goldman Sachs menjadi entitas yang mendukung proses IPO Airbnb.

Pendaftaran yang dilakukan tahun ini tak mengejutkan, lantaran perusahaan memang berencana untuk melakukan IPO sejak tahun ini.

Namun demikian, tekanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona turut berdampak pada industri perjalanan. Hal tersebut berpotensi memperlambat proses IPO yang dilakukan oleh perusahaan.

CEO Airbnb Brian Chesky.businessinsider.sg CEO Airbnb Brian Chesky.

CEO Airbnb Brian Chesky sebelumnya sempat memberikan pernyataan kepada Bloomberg, para traveler saat ini lebih cenderung melakukan perjalanan di dalam negeri.

Pembatasan perjalanan internasional telah berdampak pada banyak perjalanan. Dia pun memproyeksi pendapatan perusahaan tahun ini hanya separuh dari tahun lalu.

Baca juga: Airbnb Resmi Menjadi Partner Olimpiade hingga 2028

Selain itu sebelumnya di bulan Juni kepada CNN menyatakan debut di pasar saham masih mungkin dilakukan tahun ini.

"Hal itu masih berada di dalam rencana, namun kami tidak berkomitmen apapun saat ini," ujar Chesky.

"Kami tetap membuka kemungkinan untuk hal itu," jelas dia.

Wall Street Journal mencatatkan, valuasi Airbnb sepanjang tahun 2020 telah merosot hingga 18 miliar dollar AS.

Adapun tahun lalu, valuasi perusahaan tersebut mencapai 35 miliar dollar AS. Pada April lalu, perusahaan menerima pinjaman dari investor sebesar 1 miliar dollar AS untuk menghadapi pandemi.



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X