PLN Siap Ganti Pembangkit Diesel Berusia di Atas 15 Tahun ke EBT

Kompas.com - 12/08/2020, 22:50 WIB
Pembangkit listrik tenaga angin GreenpeacePembangkit listrik tenaga angin

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) tengah fokus menggenjot daya pembangkit berbasiskan energi baru terbarukan ( EBT). Salah satu langkah yang diambil ialah dengan mengurangi jumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, mengatakan, pihaknya siap mengganti PLTD yang sudah berusia di atas 15 tahun dengan pembangkit listrik berbasiskan EBT.

"Ini lah saatnya kita ingin mengganti diesel yang sudah di atas 15 tahun itu dengan pembangkit lain, inilah kesempatan PLN menggantiya dengan EBT," katanya, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Viral Tagihan Listrik Rp 19 Juta, Kementerian ESDM Sebut Pelanggan Hanya Bayar Rp 1 Juta

Guna merealisasikan hal tersebut, Zulkifli mengaku terbuka atas masukan dari berbagai pihak atas potensi pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Kita menanti, kita menunggu usulan-usulan yang inovatif untuk mengganti diesel kita dengan EBT," ujarnya.

Selain mengganti PLTD, PLN juga berencana mengurangi penggunaan solar sebagai bahan bakar diesel, atau disebut dieselisasi.

Selain bertujuan untuk menggenjot pembangunan pembangkit listrik berbasiskan EBT, dieselisasi juga dilakukan guna menekan angka impor solar sebagai bahan bakar utama PLTD.

"Kita tahu solar itu harus diimpor, sehingga intinya kita mencari sumber energi yang lebih green tetapi juga tidak impor," tutur Zulkifli.

Kedua program tersebut dilaksanakan PLN guna merealisasikan target kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 12,8 Giga Watt (GW) pada 2024, seperti yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RPJPP).

Baca juga: Program Listrik Gratis Diperpanjang hingga Desember 2020

Sebagai informasi, sampai dengan akhir 2019, realisasi daya pembangkit yang terpasang baru mencapai 7,8 GW. Dengan demikian, masih ada defisit 5 GW untuk dapat mencapai target yang dipasang perseroan pada 2024.

Bahkan, jika mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), defisit kapasitas pembangkit listrik EBT jauh lebih besar.

"Untuk tahun 2024, RUPTL menargetkan 16,3 GW, sehingga ada selisih antara RPJPP dan RUPTL sebesar 3,5 GW. Dan tahun 2025 pemerintah sudah mengatakan bahwa kita ingin mencapai 23 persen EBT di tahun 2025," ucap Zulkifli.

Baca juga: Rincian Semua Pelanggan PLN yang Mendapat Subsidi Tagihan Listrik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
Mentan Sebut Tanaman 'Janda Bolong' Diminati di AS dan Eropa

Mentan Sebut Tanaman "Janda Bolong" Diminati di AS dan Eropa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X