Ekonomi Tertekan Pandemi, RI-Filipina Perkuat Kerja Sama Dagang

Kompas.com - 13/08/2020, 13:22 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan menyatakan Indonesia melakukan peningkatan kerja sama bilateral dengan Filipina. Hal ini untuk mendorong pemulihan ekonomi kedua negara yang terimbas dampak pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, kedua negara tengah berupaya untuk mencari solusi yang tepat untuk menghadapi pelemahan ekonomi di tengah pandemi. Oleh sebab itu, kerja sama akan diperkuat.

"Covid-19 membuat ekonomi Indonesia dan Filipina mengalami kontraksi. Oleh sebab itu, kedua delegasi sepakat memperkuat kolaborasi dan kerja sama, termasuk mencari jalan keluar dari permasalahan dagang yang dihadapi selama ini,” ungkap Iman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Indonesia-Inggris Sepakat Selesaikan Kajian Perdagangan Tahun Ini

Pemerintah Indonesia dan Filipina pun baru-baru ini membahas berbagai isu dan kerja sama dalam forum bilateral 'The Joint Working Group on Trade, Investments, Handicrafts, and Shipping' yang dilakukan secara virtual.

Iman menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dibahas enam inisiatif kerja sama dan dialog, yaitu MoU on Investment Promotion Cooperation, MoU on Halal, MoU on Creative Economy Cooperation, MoU on Marine and Fisheries Cooperation, Dialog Industri Tembaga, dan Dialog Industri Tekstil.

Selain itu, Indonesia mengangkat tiga isu dagang, yakni penggunaan instrumen special safeguard (SSG) terhadap kopi instan Indonesia, rencana investigasi safeguard atas impor kendaraan bermotor, dan isu pendaftaran produk obat pada food and drug administration (FDA) Filipina selama masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Filipina mengangkat isu eksportasi produk pertanian, peternakan, dan minuman olahan ke Indonesia.

"Melalui pembahasan tersebut, diharapkan arus perdagangan kedua negara akan semakin lancar serta ekonomi Indonesia dan Filipina dapat bangkit kembali pasca Covid-19,” ujar Iman.

Adapun total perdagangan Indonesia dan Filipina pada 2019 mencapai 7,6 miliar dollar AS, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 5,9 miliar dollar AS.

Pada periode Januari-Juni 2020, total perdagangan kedua negara tercatat 2,9 miliar dollar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 2,6 miliar dollar AS dan impor sebesar 283 juta dollar AS. Sehingga surplus Indonesia terhadap Filipna sebesar 2,3 miliar dollar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Filipina pada 2019 adalah batu bara sebesar 1,5 miliar dollar AS, mobil 1,1 miliar dollar AS, sepeda motor 681 juta dollar AS, konsentrat dari kopi dan teh 455 juta dollar AS, dan minyak kelapa sawit 230 juta dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X