Soal Herbal Sembuhkan Covid-19, Luhut: Kita Disebutkan Membohongi...

Kompas.com - 13/08/2020, 15:07 WIB
Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meninjau fasilitas pelayanan publik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)di Kantor BPOM Jakarta, Selasa (7/7/2020). DOK. Humas KemenparekrafMenparekraf Wishnutama Kusubandio saat mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meninjau fasilitas pelayanan publik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)di Kantor BPOM Jakarta, Selasa (7/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita kepada para pengusaha yang tergabung dalam Apindo terkait upaya pemerintah daerah di Bali dan Surabaya dalam menangani kasus wabah virus corona (Covid-19) yang tinggi.

Dia menyebutkan, Pemda Bali menganjurkan kepada masyarakatnya untuk mengonsumsi minuman tradisional yang diyakini bisa menyembuhkan virus tersebut.

"Kita bersyukur angka kasus Covid-19 di Bali menurun. Gubernurnya itu mengatakan ada herbal daerah, meminum arak dari mereka. Entah benar, entah tidak itu menurut keyakinan mereka," katanya secara daring, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Luhut: Perusahaan Teknologi Hong Kong Akan Investasi 2,6 Miliar Dollar AS di RI

Begitu pula, dengan masyarakat Surabaya yang percaya meminum buah manggis dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan virus corona.

"Sama halnya dengan Ibu Risma di Surabaya. Beliau membuat jus herbal terbuat dari manggis. Ribuan yang sembuh," ujarnya.

Namun sebut dia, penyembuhan menggunakan herbal itu tidak dipercayai negara-negara lain. Bahkan ungkap Luhut,  Indonesia dicap sebagai pembohong.

"Hal yang seperti ini tidak dihitung oleh orang-orang asing bahwa di Indonesia banyak hal-hal aneh. Malah disebutkan kita membohongi. Karena itu kan kearifan lokal, ya suka-suka dia," katanya.

Penyembuhan secara tradisional tersebut dikaitkan upaya pemerintah daerah membuka kembali destinasi wisata mereka untuk menarik wisata domestik pada kondisi adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Erick Thohir: Pemberitaan Media Luar Seakan-akan Kita Tak Berdaya Hadapi Covid-19



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X