[POPULER MONEY] Bangsa Lain Kaget Uji Klinis Vaksin Covid-19 di RI | Kartu Prakerja Gelombang 5

Kompas.com - 14/08/2020, 06:13 WIB
Seorang relawan menunjukkan no antrean uji klinis Vaksin COVID-19 usai pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Dago, Bandung, Selasa (11/8/2020). Pelaksanaan Uji Klinis tahap III vaksin COVID-19 mulai dilaksanakan kepada sedikitnya 1.620 relawan dengan tahapan pemeriksaan kesehatan, tes usap dan kemudian penyuntikan vaksin yang digelar di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad dan empat puskesmas di Kota Bandung. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBISeorang relawan menunjukkan no antrean uji klinis Vaksin COVID-19 usai pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Dago, Bandung, Selasa (11/8/2020). Pelaksanaan Uji Klinis tahap III vaksin COVID-19 mulai dilaksanakan kepada sedikitnya 1.620 relawan dengan tahapan pemeriksaan kesehatan, tes usap dan kemudian penyuntikan vaksin yang digelar di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad dan empat puskesmas di Kota Bandung.

1. Erick Thohir: Bangsa Lain Kaget Ketika Kita Berhasil Uji Vaksin Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, banyak negara yang terkejut begitu mendengar Indonesia melakukan uji klinis tahap III vaksin Covid-19.

Uji klinis tersebut dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). Penyuntikan vaksin perdana kepada para relawan telah dilaksanakan di Bandung pada Selasa (11/8/2020).

“Kemarin bangsa-bangsa lain juga cukup kaget ketika kita berhasil melakukan uji vaksin perdana pada 11 Agustus,” ujar Erick di Mabes Polri, Kamis (13/8/2020).

Bagaimana progres uji klinis vaksin corona? Baca di sini.

2. Aset Sinar Mas Group Rp 737 Triliun, Freddy Widjaja Dapat Rp 1 Miliar

Freddy Widjaya, anak pendiri Sinar Mas Grup Eka Tjipta Widjaja, kembali mengajukan gugatan atas hak waris terhadap harta peninggalan sang ayah.

Freddy mengungkapkan, mendiang ayahnya yang meninggal pada 26 Januari 2019 telah membuat wasiat tertanggal 25 April 2008. Dalam wasiat itu disebutkan, Freddy mendapatkan uang senilai Rp 1 miliar.

Selain itu, beberapa anak Eka Tjipta lainnya juga ada yang mendapatkan warisan sekitar Rp 1 miliar-Rp 2 miliar. Total keseluruhan warisan yang dibagi sebesar Rp 76 miliar untuk 34 orang penerima wasiat.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

3. Veronica Koman Diminta Kembalikan Beasiswa Rp 773,87 Juta, Ini Penjelasan LPDP

Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP) Kementerian Keuangan meminta aktivis HAM, Veronica Koman mengembalikan beasiswa LPDP yang sempat diterimanya saat menempuh jenjang pendidikan di Australia.

Alasannya, ia dianggap tidak mematuhi ketentuan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan masa studi.

Adapun jumlah dana beasiswa yang ditagih pemerintah kepada Veronica mencapai Rp 773,87 juta.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

 

4. Anak Usaha Pelindo III Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1

PT Pelindo Daya Sejahtera, anak perusahaan PT Pelindo III (Persero), membuka lowongan pekerjaan untuk 6 posisi, mencakup lulusan SMA/sederajat hingga S1. Sebagian besar untuk penempatan pada kantor pusat Pelindo III.

Mengutip laman resmi perusahaan Kamis (13/8/2020), keenam posisi itu yakni anggota pengamanan, technical support, system engineer development operation, mobile application programmer, quality assurance, dan database administrator.

Pendaftaran seluruh posisi tersebut dilakukan secara online melalui laman https://rekrutmen.ptpds.co.id. Adapun batas waktu pendataran hingga 14 Agustus 2020.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

5. Luhut: RI Bisa Resesi, tapi Kita Harus Optimistis

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tidak menampik ada kemungkinan Indonesia akan memasuki masa resesi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Kendati demikian, Luhut meminta agar optimisme harus dimunculkan. Hal ini disampaikan Luhut kepada seluruh jajaran Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas).

"Berbicara pertumbuhan ekonomi, kemarin Pak Airlangga sudah bicara mengenai kemungkinan kita resesi. Kemungkinan itu bisa saja, tapi kita juga harus optimis harus ada," katanya secara daring, Kamis (13/8/2020).

Selengkapnya, silakan klik tautan ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X