Memori Sri Mulyani Soal Jokowi yang Bisnisnya Untung Saat Krisis 1998

Kompas.com - 14/08/2020, 10:37 WIB
Foto pertemuan pertama Jokowi dan Sri Mulyani dalam seminar ekonomi 1998 di Solo, Jawa Tengah. Pria di sebelah Sri Mulyani adalah pengusaha jamu Jaya Suprana yang diminta menjadi moderator dalam seminar ekonomi tersebut. Dokumentasi pribadi Mayor HaristantoFoto pertemuan pertama Jokowi dan Sri Mulyani dalam seminar ekonomi 1998 di Solo, Jawa Tengah. Pria di sebelah Sri Mulyani adalah pengusaha jamu Jaya Suprana yang diminta menjadi moderator dalam seminar ekonomi tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo yang terjadi pada 14 Agustus 1998, atau tepat 22 tahun yang lalu.

Sri Mulyani yang kala itu merupakan ekonom yang mengajar di Universitas Indonesia (UI) diundang pada sebuah seminar di Solo.

Seminar tersebut disponsori oleh Presiden Joko Widodo yang merupakan pengusaha mebel atau eksportir furnitur. 

Baca juga: Sri Mulyani: Presiden Pertimbangkan Beri Gaji Ke-13 untuk Tenaga Kesehatan

"Pengundang dan sponsor seminar tersebut adalah Pak Jokowi seorang pengusaha eksportir furniture," jelas Sri Mulyani seperti dikutip dari akun instagramnya, @smindrawati, Jumat (14/8/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, kala itu Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dahsyat. Pertumbuhan ekonomi merosot hingga -13,7 persen dan nilai tukar rupiah kolaps, dari Rp 2.350 per dollar AS menjadi Rp 16.000 per dollar AS.

Namun demikian, kala itu Jokowi justru untung besar. Sri Mulyani mengatakan, di tengah krisis Jokowi bisa mendapatkan untung yang luar biasa besar lantaran penerimaan ekspor dalam dollar AS mengalami lonjakan lebih dari enam kali lipat.

"Pak Jokowi menggunakan windfall profit secara bijaksana dengan menambah kapasitas produksi, berhasil memanfaatkan situasi krisis justru untuk mengembangkan usahanya," jelas Sri Mulyani.

Baca juga: Tak Semua Karyawan Swasta Dapat Subsidi Gaji, Ini Kata Sri Mulyani

Berkaca dari situasi tersebut, Sri Mulyani pun mengatakan saat ini di tengah kondisi krisis yang dipicu oleh krisis kesehatan, dirinya bersama dengan tim yang dipimpin Presiden Jokowi berupaya untuk mengatasi.

Berbagai program pemulihan ekonomi digelontorkan dan digenjot untuk membantu masyarakat, memulihkan dan membangkitkan usaha kecil menengah, dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi.

"22 tahun kemudian, Pak Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia, dan saya diminta beliau menjadi Menteri Keuangan. Dunia menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi kita berupaya mengatasinya," ujar Sri Mulyani.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X