Pabrik Hyundai di RI Rampung Maret 2021, Bakal Produksi 250.000 Unit

Kompas.com - 14/08/2020, 11:12 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pembangunan pabrik Hyundai Motor ditargetkan rampung pada Maret 2021.

Ini menyusul harapannya agar kendaraan listrik bisa diproduksi di Indonesia.

"Pertanyaan pertama yang saya ajukan saat melihat mobil ini kepada Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik, adalah kapan mobil seperti bisa benar-benar diproduksi di Indonesia?" tanyanya melalui keterangan akun Instagram pribadinya, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Pembangunan Pabrik Hyundai di RI Sudah Capai 22 Persen

"Proyek pembangunan pabrik ini akan selesai di bulan maret tahun 2021 dan setelahnya akan dilakukan banyak ujicoba pembuatan sampai produksi final di akhir tahun 2021," sambung Luhut.

Bila pabrik ini telah terbangun di Indonesia, kata dia, maka Hyundai Motor dapat memproduksi kendaraan listrik hingga 250.000 unit tiap tahunnya.

"Mereka juga sampaikan kemampuan produksinya bisa sampai 250.000 unit per tahunnya," ujarnya.

Luhut memastikan, pabrik Hyundai yang akan rampung tahun depan ini dapat menyerap 3.500 pekerja lokal.

"Tentunya dalam menjalankan proyek mobil listrik ini, Hyundai berjanji akan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 3.500 orang," katanya.

Baca juga: Ada Corona, Hyundai Tetap Lanjutkan Pembangunan Pabrik di Indonesia

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, untuk memproduksi dan mewujudkan proyek ini, Hyundai Motors menyiapkan lahan seluas 77 hektare. Perusahaan asal Korea Selatan ini telah menggelontorkan dananya sebesar 1.154 miliar dollar AS.

"Proyek mobil listrik kerja sama Hyundai Motors dengan Pemerintah Indonesia adalah realisasi dari komitmen investasi yang ditandatangani langsung oleh Presiden @jokowi tahun lalu. Dalam pertemuan ini, saya yakinkan kepada mereka bahwa Indonesia memiliki bahan material salah satu yang terbesar di dunia untuk pembuatan baterai mobil listrik," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X