Bicara Soal Green Diesel Pertamina, Jokowi : 1 Juta Ton Sawit Petani Bisa Diserap

Kompas.com - 14/08/2020, 13:26 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Dirut Pertamina mencoba kendaraan menggunakan bahan bakar green diesel D100 di Dumai, Sabtu (18/7/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Dirut Pertamina mencoba kendaraan menggunakan bahan bakar green diesel D100 di Dumai, Sabtu (18/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya mencapai kemandirian energi. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai program.

Salah satu program yang dinilai mampu merealisasikan kemandirian energi adalah, produksi D100 yang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero).

"Pertamina bekerja sama dengan para peneliti telah berhasil menciptakan katalis untuk pembuatan D-100, yaitu bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari minyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di dua kilang kita," ujar Jokowi dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Biodiesel, Upaya RI Lepas dari Belenggu Kampanye Negatif Soal Sawit

Selain dapat menciptakan kemandirian energi dengan mengurangi kuota impor solar, program tersebut juga dinilai mampu memberdayakan petani kelapa sawit.

Pasalnya, Pertamina saat ini tengah membangun fasilitias pengembangan green diesel, yang nantinya diproyeksi mampu memproduksi 20.000 barrel D100 per hari dan akan menyerap 1 juta ton kelapa sawit.

"Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20.000 barrel per hari," katanya.

Selain program milik Pertamina tersebut, pemerintah juga dipastikan akan tetap melanjutkan pengembangan biosolar dengan campuran fatty acid methyl ester (FAME).

Program-program tersebut diklaim mampu menekan angka impor minyak sepanjang tahun 2019.

"Tahun 2019, kita sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20. Tahun ini kita mulai dengan B30, sehingga kita mampu menekan nilai impor minyak kita di tahun 2019," ucapnya.

Sebagai informasi, nilai impor minyak mentah sepanjang 2019 mengalami penurunan sebesar 37,73 persen dibandingkan 2018, menjadi 5,7 miliar dollar AS. Sementara nilai impor hasil minyak turun 22,5 persen pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 13,6 miliar dollar AS.

Baca juga: Pertamina Siap Uji Coba Produksi Green Avtur Akhir Tahun 2020 di Kilang Cilacap



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X