Kompas.com - 14/08/2020, 14:48 WIB
Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (2/10/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADarmin Nasution di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution sah ditunjuk sebagai Komisaris Utama atau Presiden Komisaris Smartfren.

Direktur Utama Smartfren Merza Fachys berharap masuknya Darmin bisa menjaga keberlangsungan dan memperkuat jalannya Smartfren jauh lebih berkembang lagi.

"Dengan hadirnya Presiden Komisaris yang baru yaitu bapak Darmin Nasution kita harapkan dengan segala prestasinya bisa mengembangkan perseroan ke depan," ujarnya usai melakukan RUPST Smartfren yang disiarkan secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Ditanya Siapa Menteri Paling Ngeyel, Darmin Sebut 3 Kisi-kisinya

Menurut dia, Gandi Sulistiyanto yang sebelumnya telah menjabat sebagai Presiden Komisaris Smartfren masih tetap berada di direksi dengan menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris.

"Bapak Gandi Sulistiyanto Presiden Komisaris kita sebelumnya, selanjutnya akan terus bersama kita menjadi wakil presiden komisaris. Dengan demikian kita yakini tim kita bisa lebih kuat mulai hari ini dan seterusnya," katanya.

Di samping itu mengenai pertumbuhan pendapatan yang berhasil didapatkan oleh Smartfren pada tahun 2019, Merza mengakui didorong dengan adanya kenaikan dari jumlah pelanggan. Apabila pada tahun 2018 jumlah pelanggan sebanyak 12,3 juta, di tahun 2019 naik menjadi 23,5 juta pelanggan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk pendapatan Smartfren pun juga tumbuh, apabila tahun 2018 tercatat sebanyak Rp 5,490 miliar kini di tahun 2019 meningkat menjadi Rp 6,988 miliar.

"Ada kenaikan yang terjadi sebesar 27 persen untuk pendapatan," katanya.

Berikut jajaran komisaris Smartfren:

Presiden Komisaris: Darmin Nasution
Wakil Komisaris: Gandi Sulistiyanto Soeherman
Komisaris Independen: Sarwono Kusumaatmadja
Komisaris Independen: Reynold Manahan Batubara

Baca juga: Karier Darmin Nasution, Dulu Urus Ekonomi Negara, Kini Masalah Pupuk



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Whats New
[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

Whats New
Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Whats New
Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Whats New
Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Simak Batas Usia Pensiun PNS, TNI, dan Polri

Work Smart
Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Work Smart
Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Whats New
Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Whats New
Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Whats New
Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Whats New
Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Whats New
Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Whats New
4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

Whats New
Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Whats New
Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X