Polytama Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah

Kompas.com - 14/08/2020, 17:55 WIB
Ilustrasi KONTAN/BAIHAKIIlustrasi
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Polytama Propindo (Polytama) bakal merilis obligasi dan sukuk ijarah dengan nilai masing-masing Rp 450 miliar dan Rp 300 miliar. Direktur Keuangan PT Polytama Propindo Uray Azhari mengatakan, hasil penjualan nantinya akan dipakai untuk melunasi beberapa utang perusahaan.

“Dana hasil obligasi ini akan kami pergunakan untuk penyelesaian pembayaran sebagian utang kami kepada kreditur kami,” kata Uray dalam konferensi virtual, Jumat (14/8/2020).

Uray mengatakan, obligasi dan sukuk ijarah yang akan ditawarkan masing-masing terdiri dari tiga seri yakni seri A dengan tenor 1 tahun dengan kupon 9 persen sampai dengan 10 persen. Kemudian, seri B 3 tahun dengan kupin 10,25 persen sampai dengan 11,25 persen. Lalu, kemudian seri C 5 tahun dengan kupon 11 persen sampai dengan 12 persen.

Baca juga: Kata Luhut, China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Ini

Terkait pembayaran sebagian utang, Direktur Utama PT Polytama Propindo Didik Susilo mengatakan, peluncuran obligasi dan sukuk ini dapat dimanfaatkan untuk menekan cost of fund perusahaan. Ia optimis penawaran obligasi dan sukuk ijarah akan diminati oleh investor.

“Kenapa obligasi atau sukuk ini kita terbitkan dengan jumlah berbeda dan dua jenis instrumen? Itu semata untuk menjaring investornya lebih luas. Jumlahnya nanti akan kami evaluasi lebih lanjut setelah adanya peminat,” kata dia.

Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Bank BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas.

Adapun periode bookbuilding telah dimulai sejak 13 Agustus dan berakhir pada 25 Agustus 2020, sementara penawaran umum dilaksanakan pada 1-4 September 2020, jika OJK memberikan pernyataan efektif paling lambat 31 Agustus 2020. Kemudian rencana pencatatan Obligasi dan Sukuk di BEI pada 10 September 2020.

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Jokowi Anggarkan Rp 104,2 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Whats New
Aturan Baru, Peserta Program Kartu Prakerja Wajib Tonton Video Induksi

Aturan Baru, Peserta Program Kartu Prakerja Wajib Tonton Video Induksi

Whats New
[POPULER MONEY] Ketua Umum PBNU Jadi Komut KAI | Lowongan Kerja BUMN

[POPULER MONEY] Ketua Umum PBNU Jadi Komut KAI | Lowongan Kerja BUMN

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuota 600.000 Peserta

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini, Kuota 600.000 Peserta

Whats New
Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Said Aqil Jadi Komut KAI

Ini Alasan Erick Thohir Tunjuk Said Aqil Jadi Komut KAI

Whats New
Lengkap, Rincian Biaya Admin Tabungan BNI, BRI, BTN, dan Mandiri

Lengkap, Rincian Biaya Admin Tabungan BNI, BRI, BTN, dan Mandiri

Spend Smart
Angkat Penjualan Tenun Ikat NTT Melalui Portal Online

Angkat Penjualan Tenun Ikat NTT Melalui Portal Online

Smartpreneur
Seberapa Penting Siapkan Masa Pensiun Sedari Dini?

Seberapa Penting Siapkan Masa Pensiun Sedari Dini?

Earn Smart
KKP: Tak Ada Kapal Asing di Laut Halmahera

KKP: Tak Ada Kapal Asing di Laut Halmahera

Whats New
UMKM Mau Jual Produknya di Kimia Farma? Ini yang Harus Diperhatikan

UMKM Mau Jual Produknya di Kimia Farma? Ini yang Harus Diperhatikan

Smartpreneur
Ada Peluang Kerja Sama, Bos Bank Islam Dubai Sowan ke Bank Syariah Indonesia

Ada Peluang Kerja Sama, Bos Bank Islam Dubai Sowan ke Bank Syariah Indonesia

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Waspadai Serbuan Impor Baja dari China Setelah Pandemi

Pemerintah Dinilai Perlu Waspadai Serbuan Impor Baja dari China Setelah Pandemi

Whats New
Petani Didorong Manfaatkan Sistem Resi Gudang, Untuk Apa?

Petani Didorong Manfaatkan Sistem Resi Gudang, Untuk Apa?

Whats New
Luhut Sebut Mangrove Bisa Tingkatkan Pendapatan Negara, Begini masyarakat

Luhut Sebut Mangrove Bisa Tingkatkan Pendapatan Negara, Begini masyarakat

Rilis
[TREN KESEHATAN KOMPASIANA] Setahun Covid-19 di Indonesia | Vaksinasi dan Herd Immunity | Pengalaman Donor Plasma Konvalesen

[TREN KESEHATAN KOMPASIANA] Setahun Covid-19 di Indonesia | Vaksinasi dan Herd Immunity | Pengalaman Donor Plasma Konvalesen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X