Hari Belanja Diskon, Menko Airlangga Ajak Masyarakat Borong Produk UMKM

Kompas.com - 14/08/2020, 20:04 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020) Dok. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan rapat koordinasi Komite Pembiayaan UMKM lewat video conference, Rabu (8/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong masyarakat untuk berbelanja produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri. Ini untuk membantu upaya pemulihan perekonomian nasional yang terimbas pandemi.

"Belanjalah produk-produk Indonesia, belanjalah hasil karya UMKM Indonesia, karena dengan berbelanja anda ikut berkonstribusi untuk pemulihan ekonomi Indonesia," ungkap Airlangga dalam acara peresmian Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020, Jumat (14/8/2020).

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul sebagian besar pelaku usaha dalam negeri, tak terkecuali pelaku UMKM. Sektor UMKM terimbas baik dari sisi pasokan dan permintaan produk, sehingga menyulitkan produksi maupun penjualan.

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Bisa Minus 1,1 Persen pada 2020

"Beberapa sektor yang jadi unggulan dan digeluti UMKM yakni ritel dan resto, biasanya jadi bisnis pemula atau bisnis awal dari anak-anak muda, saat ini juga terdampak pandemi," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk membangkitkan lagi perekonomian dalam negeri dengan menganggarkan stimulus bagi sektor UMKM sebesar Rp 123,46 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan tunai langsung (BLT) sebesar Rp 2,4 juta bagi karyawan dengan gaji dibawah Rp 5 juta per bulan, tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca juga: Ekonomi RI Minus 5,32 Persen, Menko Airlangga: Tidak Sedalam yang Lain

"Program subsisi pendapatan ini untuk tingkatkan daya beli dan terciptanya permintaan pada produk UMKM," kata Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga mengapresiasi kegatan HBDI yang diselenggarakan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dengan melibatkan 300 brand offline dan marketplace. Sebab, kegiatan ini dinilai dapat mendorong peningkatan konsumsi masyarakat sehingga ekonomi dapat kembali pulih.

"Program hari belanja diskon Indonesia ini diharapkan bisa berkontribusi untuk mendorong pemulihan ekonomi Indonesia melalui konsumsi," pungkasnya.

Baca juga: Ini Bantuan Sosial Pemerintah untuk Masyarakat pada 2021



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Whats New
Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III 2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X