Luhut ke Petinggi Pertamina: Hei Kalian Jangan Main-main...

Kompas.com - 14/08/2020, 20:25 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku baru saja bertemu dengan pihak PT Pertamina (Persero). Namun, dia tak mengungkapkan siapa petinggi Pertamina yang bertemu dengannya tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut mengaku membahas terkait penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek-proyek milik Pertamina.

Luhut sendiri merupakan Ketua Umum Timnas Penguatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Saya beritahu mereka (Pertamina), ‘hei kalian jangan main-main’, karena saya pikir siapa yang tak melaksanakan perintah Presiden tentang lokal konten ini baiknya diganti, cari orang yang bisa untuk melaksanakan ini,” ujar Luhut dalam webinar, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Kata Luhut, China Mampu Tekan Kemiskinan dan Satukan 1,4 Miliar Penduduknya Berkat Ini

Luhut menambahkan, penerapan TKDN di proyek-proyek sangat penting bagi perekonomian dalam negeri. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi zaman seperti ini Covid-19 kita manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya untuk melakukan reformasi di semua bidang. Jadi ini saya kira ini penting soal disiplin,” ucap mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luhut pun mencontohkan, saat ini pemerintah tengah membangun seaplane di beberapa destinasi wisata di Indonesia. Dia memerintahkan pembangunan seaplane tersebut mengutamakan produk lokal.

“Kami ingin mengembangkan seaplane untuk di daerah-daerah yang banyak orang diving. Seperti Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat. Ini kita coba buatan dari dalam negeri karena Presiden memerintahkan penggunaan APBN, stimulus kita upayakan semua pakai lokal konten,” ujarnya.

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Bisa Minus 1,1 Persen pada 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.