Luhut Akui Indonesia Terlalu Banyak Punya Bandara Internasional

Kompas.com - 14/08/2020, 21:14 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia terlalu banyak memiliki bandara berskala internasional.

Saat ini Indonesia memiliki 30 bandara berskala internasional.

“Saya melihat airlines hub yang kita miliki terlalu banyak. Tadi saya singgung itu, ada 30 landasan internasional, kenapa harus ada 30?,” ujar Luhut dalam webinar, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Menko Airlangga Sebut RUU Cipta Kerja Bakal Rampung Tahun Ini

Luhut mengakui dahulu dirinya tak menyadari bahwa bandara berskala internasional di Indonesia terlalu banyak. Setelah melihat hasil dari survei, barulah dia menyadarinya.

“Dulu memang mungkin saya termasuk, dulu Pak Menteri Perhubungan juga sama mikirnya. Tapi setelah ada kajian, kita lihat apakah ini enggak kebanyakan, malah yang bikin kebanyakan yang menikmati orang lain,” kata Luhut.

Saat ini, kata Luhut, pemerintah tengah mengkaji mana saja bandara berskala internasional yang akan jadi prioritas.

“Sekarang kami bikin lebih kecil. Kita menjadi pusat, kalau orang mau datang melalui Medan, Jakarta, Jogja, Surabaya, Bali, kemudian Makassar atau Manado. Itu saja yang mau kami lihat sehingga kalau ada konsenterasi itu kita akan jadi lebih hemat,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mempertanyakan banyaknya bandara di Indonesia yang berstatus sebagai bandara internasional.

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Bisa Minus 1,1 Persen pada 2020

Menurut dia, saat ini ada 30 bandara berstatus bandara internasional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Ini agar kita lihat lagi. Saat ini terdapat 30 bandara internasional, apakah diperlukan sebanyak ini?" kata Jokowi dalam rapat terbatas 'Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata' di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Presiden Jokowi melihat negara-negara lain tidak ada yang memiliki bandara internasional sebanyak Indonesia.

Selain itu, 90 persen lalu lintas penerbangan saat ini justru hanya terfokus di empat bandara internasional saja.

"Artinya kuncinya ada di empat Bandara ini, di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur dan Kualanamu di Sumatera Utara," ujar dia

Baca juga: Ekonomi RI Minus 5,32 Persen, Menko Airlangga: Tidak Sedalam yang Lain



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X