[POPULER DI KOMPASIANA] Polemik Penghargaan Bintang Mahaputra Nararya | Kisah dari Wisma Atlet | Desain Uang Kertas Rupiah Terbaik

Kompas.com - 15/08/2020, 15:50 WIB
Tanda kehormatan dari Presiden RI, Bintang Mahaputera. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Nararya. https://www.setneg.go.id/Tanda kehormatan dari Presiden RI, Bintang Mahaputera. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Nararya.

Ketika itu ad 3 pilihan yang membuatnya bimbang setelah menetapkan ingin tinggal di Jakarta saja, yakni: membeli rumah, apartemen, atau nge-kos?

Setelah menghitung dan menimbang beragam pilihan, akhirnya ia memutuskan untuk ngekos dengan sewa 4,5 juta rupiah per bulan.

Rasa sesal itu datang 7 tahun kemudian, mengapa? (Baca selengkapnya)

4. Ini 5 Dampak Format Baru Liga Champions

Duel perempat final Liga Champions kali ini akan terasa sangat berbeda dari musim sebelumnya. UEFA mempersingkat jalannya liga dengan durasi 12 hari pada babak perempat final hingga partai final.

Paling tidak dengan format baru, menurut Kompasianer David Abdullah, ada 5 dampak yang membuat lanjutan Liga Champions ini.

"Tensi tinggi pertandingan, semua tim akan tampil all out dan menggebarak sejak pluit kick off dibunyikan karena tidak adanya laga penebusan dosa pada leg kedua," tulis Kompasianer David Abdullah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian setiap kesebelasan dituntut tampil sempurna dalam setiap pertandingan. Semua tim tak boleh tampil buruk sekalipun untuk bisa merengkuh trofi The Big Ears. (Baca selengkapnya)

5. Desain Uang Kertas 10.000 Dipandang Terbaik Sepanjang Masa

Meski tidak terlalu lama beredar, dari 1976 hingga 1980, uang kertas bernominal Rp 10.000 dianggap memiliki desain terbaik.

Pada bagian depan terdapat gambar relief yang menggambarkan Ratu Maya beserta pengiringnya menuju Taman Lumbini. Relief itu, tulis Kompasianer Djulianto Susantio, berasal dari Candi Borobudur, namanya Lalitawistara.

"Pada bagian belakang terdapat gambar pahatan kepala kala dari Candi Jago. Candi Jago berlokasi di Malang. Candi itu disebut dalam kitab Nagarakretagama dan Pararaton sebagai Jajaghu," lanjutnya.

Akan tetapi, untuk menjaga kualitas akhirnya Bank Indonesia menarik uang tersebut. (Baca selengkapnya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.