KILAS

Kementan Rehabilitasi Talang Air Saluran Irigasi yang Putus di Lombok Barat

Kompas.com - 16/08/2020, 18:12 WIB
GP3A Gebong Baru, saat melaksanakan RJIT, di Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. DOK. KementanGP3A Gebong Baru, saat melaksanakan RJIT, di Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.com – Talang air aliran irigasi di Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat terputus.

Hal tersebut berisiko mempengaruhi pasokan air ke lahan, terutama saat musim kemarau.

Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

“RJIT memperbaiki dan memaksimalkan saluran irigasi, agar daerah yang dialiri bisa lebih luas. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2020).

Baca juga: Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT

Dirjen PSP Sarwo Edhy menambahkan, RJIT juga bertujuan merehabilitasi atau meningkatkan fungsi jaringan irigasi, khususnya tersier.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Melalui kegiatan ini kami juga ingin meningkatkan luas areal dan indeks pertanaman, serta meningkatkan partisipasi Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), P3A, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan poktan dalam pengelolaan jaringan irigasi,” kata Sarwo.

Sarwo mengatakan, RJI di lahan seluas 250 hektar itu pun dilaksanakan oleh GP3A Gebong Baru yang diketuai Aruman

Adapun komponen kegiatan yang dilakukan mepiluti rehabilitasi talang air, dan rehabilitasi saluran irigasi tersier.

Baca juga: Petani Bisa Ajukan Pembangunan Jaringan Irigasi ke Dinas Pertanian

“Indeks pertanamannya 100. Pola tanam yang dikembangkan adalah padi dan palawija jenis cabe. Provitasnya mencapai 5-6 ton per ha,” kata Sarwo.

Sarwo pun berharap, RJIT tersebut dapat meningkatkan kuantitas tanam.

“Pada kondisi sebelumnya, petani hanya bisa menanam padi sebanyak satu kali. Semoga RJIT bisa membantu petani menanam padi sebanyak dua kali seperti semula,” kata Sarwo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.