Erick Thohir Larang BUMN Ikut Tender Proyek di Bawah Rp 15 Miliar

Kompas.com - 17/08/2020, 18:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya selalu mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam upaya mendorong perekonomian nasional.

Oleh sebab itu, ia menekankan BUMN tak boleh lagi ikut tender dalam proyek bernilai dibawah Rp 15 miliar. Lantaran, proyek tersebut lebih baik diambil oleh pelaku UMKM.

"Untuk pengadaan Rp 250 juta sampai Rp 15 miliar, kita sudah keluarkan peraturan bahwa tidak ada lagi BUMN yang ikut tender itu. Jadi kita bangun ekosistem yang sehat untuk UMKM," ungkap dia dalam konferensi pers virtual peluncuran laman dan aplikasi khusus UMKM, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Atasi Dampak Corona, Ini Perbandingan antara BUMN Indonesia dari Negara Lain

Erick mengatakan, dalam mendukung pelaku UMKM yang juga terkena dampak negatif pandemi Covid-19, Kementerian BUMN pun bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM terkait pengelolaan Smesco dan Sarinah.

Nantinya Smesco akan menjadi tempat yang fokus memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM, sedangkan Sarinah menjadi tempat pemasaran bagi produk-produk UMKM.

Di sisi lain, Erick turut meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM untuk mendorong peningkatan belanja BUMN ke UMKM. Saat ini, memang baru terbatas pada 9 BUMN yaitu Telkom, Pertamina, Pupuk Indonesia, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, BRI, Pegadaian, dan PNM.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ia memastikan belanja BUMN pada UMKM juga tetap akan didorong melalui sarana di luar aplikasi tersebut. Menurutnya, peningkatan belanja khususnya kepada UMKM akan mendorong perekonomian, sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan lebih cepat.

"Saya ingin dimulai dulu dengan 9 BUMN ini dan kita lihat 2-3 bulan ke depan. Kita lakukan evaluasi dan jika hasilnya baik, akan kita perluas implementasinya pada BUMN lainnya. Karena saya ingin semua dimulai secara baik,” ujar Erick.

Baca juga: Per 17 Agustus, UMKM Bisa Ikut Tender Proyek BUMN di Bawah Rp 14 Miliar

Erick mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pihaknya terus berupaya mendorong sektor perekonomian untuk tetap bertahan. Oleh sebab itu, beberapa pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan perusahaan pelat merah tetap dijalankan.

"Proyek-proyek strategis di BUMN tetap kita jalan, oleh karena itu suka tidak suka, pada saat ini apa yang dilakukan pemerintah dan BUMN jadi penyeimbang dari pada perekonomian yang sedang menurun," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X