Pemerintah Masih Kebanjiran Permintaan Lelang Sukuk

Kompas.com - 18/08/2020, 15:56 WIB
ilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran thikstockphotosilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meraup Rp 9,5 triliun dari lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari ini, Selasa (18/8/2020).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah kembali kebanjiran permintaan terhadap sukuk.

"Total penawaran yang masuk sebesar Rp 49,3 triliun," seperti dikutip dari siaran pers DJPPR. 

Lelang dilakukan untuk memenuhi pembiayaan di Anggaran Pendapatan dan Negara (APBN) 2020. Nilai lelang Sukuk Negara sebesar Rp 9,5 triliun tersebut lebih besar dari target indikatif pemerintah yakni Rp 8 triliun.

Baca juga: Lelang Rumah di Tangerang Selatan, Penawaran Mulai Rp 300 Jutaan

Adapun Seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk.

Ada 5 seru Sukuk Negara yang akan dilelang yakni SPNS05022021, PBS027, PBS026, PBS025 dan PBS028.

Tanggal jatuh temponya yakni mulai 5 Februari 2021 hingga 15 Oktober 2046. Adapun imbalannya tertingginya yakni 8,37 persen.

Lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Dealer Utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Baca juga: Mulai Rp 38 Juta, Ini Daftar Lelang Mobil Sitaan Ditjen Pajak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X