Upaya Pengusaha Kopi dan Resor Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 18/08/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi kopi. shutterstock.com/alpha7dIlustrasi kopi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah memukul bisnis pelaku usaha di berbagai sektor. Akibatnya para pelaku usaha melakukan perubahan untuk bisa bertahan di tengah pandemi.

Co Founder Fore Elisa Suteja misalnya, bisnis kopinya sempat mengalami penurunan penjualan hingga 50 persen lebih pada Mei 2020.

Namun ia tak ingin terpuruk lebih dalam. Penyesuaian bisnis dilakukan dengan membuat produk kopi dalam kemasan berukuran satu liter.

"Sebetulnya ini bukan sesuatu yang luar biasa. Karena komunitas pemain kopi saling berdiskusi. Kita melihat bahwa memang potensinya besar di sini. Jadi kita fokus di sana," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Industri Tekstil Butuh Stimulus untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Selain itu, Elisa juga mengatakan sudah melakukan berbagai hal agar usahanya tetap bertahan di tengah pandemi.

"Ketika bulan April, kami sudah launch Fore di rumah. Kami sudah planning finansial di bulan Maret. Kita sudah cut hal yang tidak perlu. Ini mungkin working progress ya, tadinya produknya satu, minggu ketiga nambah lagi produknya," ucapnya.

Elisa mengatakan, 70 persen dari total pendapatan usahanya berasal dari pengunjung yang hadir secara fisik. Dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seluruh bisnis Fore bergantung pada layanan pesan antar.

Sementara itu, Co-founder Dorm.id Ade Safrina mengatakan, pandemi Covid-19 turut berdampak pada bisnis penyewaan resor, vila, dan kemah di

Baca juga: Manipulasi Data Penerima Subsidi Gaji, Perusahaan Bakal Kena Sanksi

Sebelum pandemi, 90 persen okupansi diisi oleh Warga Negara Asing (WNA), terutama berasal dari Australia. Rata-rata WNA menginap sekitar dari tiga minggu.

Namun saat pandemi datang, tingkat keterisian hunian hanya mencapai 20 persen sejak Maret hingga April 2020.

Tak banyak yang bisa dilakukan. Namun Ade memilih fokus kepada wisatawan domestik. Diharapkan wisatawan domestik bisa menopang bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.

"We know ada traffic flight banned dan lockdown di negara-negara mereka masing-masing dan mereka sangat fokus itu. Kami akhirnya mau enggak mau kita terima kenyataan. Mei pertama kalinya beberapa tahun beroperasi, kita mulai menunjukkan ke target lokal Sumatera," katanya.

Baca juga: Market Kita Besar, Tapi Kita Terlena...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jeff Bezos Terancam Bayar Pajak Rp 79,8 Triliun Per Tahun, Kok Bisa?

Jeff Bezos Terancam Bayar Pajak Rp 79,8 Triliun Per Tahun, Kok Bisa?

Whats New
Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Whats New
Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Whats New
Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Whats New
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X