Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekayaannya Meroket, Elon Musk Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia

Kompas.com - 19/08/2020, 07:30 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

Sumber Bloomberg

NEW YORK, KOMPAS.com - Pundi-pundi kekayaan CEO Tesla, Elon Musk, terus bertambah seiring berlanjutnya penguatan harga saham perusahaan mobil listrik tersebut.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (19/8/2020), nilai kekayaan Elon bertambah 7,8 miliar dollar AS atau setara Rp 115,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per dollar AS), setelah saham Tesla menguat 11 persen ke level tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan pasar, Senin (17/8/2020).

Total kekayaan yang dimiliki oleh Elon saat ini mencapai 84,8 miliar dollar AS atau setara Rp 1.255 trillun.

Baca juga: Daftar 14 Negara yang Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Dengan nilai kekayaan tersebut, Elon berhasil menyalip pemilik grup perusahaan barang mewah LVMH, Bernard Arnault, untuk menjadi orang terkaya dunia ke-4 versi Bloomberg Billionaires Index.

Penguatan saham Tesla yang terus berlanjut sejak awal tahun ini, menjadi pertanda keberhasilan Elon, setelah dua tahun lalu diminta pemerintah AS untuk mengundurkan diri dari posisi chairman perusahaan mobil listrik tersebut.

Sejak awal 2020, saham Tesla telah menguat mencapai 339 persen. Penguatan tersebut merupakan respons positif dari pasar yang mengantisipasi saham Tesla masuk ke dalam S&P 500 Index.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Uang Rp 75.000, dari Klarifikasi Baju Adat China hingga Sulit Dipalsukan

Perusahaan luar angkasa Elon, yang dikenal dengan Space X, diproyeksi akan menjadi pundi-pundi kekayaan baru bagi pria kelahiran Afrika Selatan tersebut.

Space X hampir menyelesaikan pendanaan sebesar 2 miliar dollar AS. Dengan pendanaan tersebut, nilai perusahaan milik Elon tersebut diproyeksi akan menguat ke kisaran 46 miliar dollar AS.

Sebagai informasi, sejak awal tahun ini, kekayaan Elon bertambah hingga 57,2 miliar dollar AS, terbesar kedua setelah penemu Amazon, Jeff Bezos, yang berhasil meningkatkan pundi-pundi kekayaannya sebesar 73 miliar dollar AS.

Baca juga: [POPULER MONEY] Cara Pencairan Subsidi Gaji Rp 600.000 | Fakta Uang Rp 75.000

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com