Saham Melonjak dalam Tiga Bulan, Ini Kata BTN

Kompas.com - 19/08/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham THINKSTOCKSIlustrasi pergerakan harga saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat kenaikan lebih dari 100 persen dalam waktu tiga bulan.

Jika pada 14 Mei 2020 lalu harga saham BBTN berada pada level Rp 745, namun pada penutupan perdagangan saham Selasa (18/8/2020) harganya sudah mencapai Rp 1.505.

Menurut Direktur BTN Nixon LP Napitupulu, kenaikan harga saham BBTN tersebut menandakan investor atau pasar melihat pelan tapi pasti mulai terlihat ada arah perbaikan kinerja keuangan perseroan. Sebagai contoh, di bulan April 2020 saja sudah terjadi ekspansi kredit sebesar Rp 3,4 trliun dalam sebulan.

Baca juga: Sasar Nasabah Kaya, Sinarmas MSIG Life Gandeng BTN Luncurkan Bancassurance

"Walau masih dibawah angka normal sebelum pandemi. Tapi sudah menunjukkan perbaikan yang lumayan," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2020).

Nixon memandang, kondisi perekonomian terus stabil dan kinerja keuangan BTN kembali membaik, maka perseroan akan mendapat dukungan yang besar dari para investor.

Menurut dia, dukungan investor terhadap BTN sudah terlihat sejak obligasi yang ditawarkan perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed.

"Ini adalah komitmen perseroan untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam hal ini perbaikan proses bisnis, tetap mengedepankan GCG dalam prosesnya dengan tujuan akhir di penghujung tahun 2020 kita dapat melalui dengan baik sesuai rencana bisnis perseroan," jelas Nixon.

Seperti diketahui, Obligasi Berkelanjutan IV BTN Tahap I Tahun 2020 sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,8 kali pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 10-23 Juli 2020.

Baca juga: Per Agustus 2020, BTN Telah Didik 24.000 Anak Muda Jadi Pengembang Properti

Kelebihan permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi Bank BTN di tengah pandemi Covid-19. Dana hasil penawaran akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis perseroan.

Bank BTN mencatat penawaran yang masuk mencapai Rp 2,78 triliun untuk obligasi berkelanjutan dengan nilai pokok sebesar Rp 1,5 triliun tersebut.

“Di tengah pandemi ini, oversubscribed menjadi sinyal positif bagi Bank BTN karena membuktikan kepercayaan investor masih tinggi terhadap kinerja bisnis kami,” jelas Nixon.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X