Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taiwan Berambisi Jadi Pusat Keuangan Asia

Kompas.com - 19/08/2020, 14:49 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Reuters

TAIPEI, KOMPAS.com - Pemerintah Taiwan menyatakan bakal lebih meliberalkan perekonomiannya dan menawarkan lebih banyak produk keuangan.

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen menyatakan, ini dilakukan guna mendukung ambisi negara tersebut sebagai pusat keuangan dan manajemen aset di Asia. Ini pun dilakukan Taiwan di tengah gejolak politik yang tengah melanda Hong Kong.

Dilansir dari Reuters, Rabu (19/8/2020), perekonomian Taiwan yang sangat mengandalkan ekspor memang sudah sangat terbuka.

Baca juga: Atasi Covid-19, Luhut Ingin Indonesia Tiru Jerman, Rusia, dan Taiwan

Namun, kini Taiwan tengah berusaha mendiversifikasi ekonominya dan mengurangi ketergantungan perdagangan dengan China, mitra dagang terbesar sekaligus rival politik. China mengklaim Taiwan merupakan wilayahnya.

Gejolak politik di Hong Kong yang merupakan wilayah otonomi khusus China menciptakan tanda tanya besar terkait berapa lama Hong Kong bisa menjadi pusat keuangan Asia.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Taiwan berharap bisa menjaring peluang untuk memikat para profesional dan arus modal dari Hong Kong.

Presiden Tsai pun dalam sebuah pertemuan bisnis yang dihadiri 78 perusahaan terbesar Taiwan tidak secara langsung menyebut Hong Kong. Namun, ia menggarisbawahi banyak perusahaan asing yang tertarik pada Taiwan.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Ekspor Rempah ke Taiwan, Nilainya Rp 9,6 Miliar

"Semakin banyak perusahaan besar internasional, dan arus modal, talenta, dan teknologi tingkat internasional sangat optimistis pada Taiwan, dan datang ke Taiwan, serta meningkatkan investasi mereka di Taiwan," ujar Tsai.

Tsai menyatakan, pemerintah Taiwan akan terus mengadopsi kebijakan yang terbuka, membuka produk finansial yang lebih bervariasi, dan mengekspansi skala bisnis wealth management, serta membuat Taiwan menjadi pusat pembiayaan korporasi Asia dan pusat manajemen aset tingkat tinggi.

Namun demikian, Tsai tidak mengelaborasi pernyataannya itu lebih lanjut.

Selain itu, Tsai juga menyebut pemerintah Taiwan akan meneken lebih banyak perjanjian perdagangan, termasuk perjanjian dagang dengan Amerika Serikat.

 

Tsai pun mengutarakan keinginannya agar Taiwan menjadi anggota Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Taiwan hanya memiliki sejumlah perjanjian dahang internasional. Banyak negara ragu menyepakati perjanjian dagang dengan Taiwan, karena takut akan menyulut kemarahan China.

Meskipun demikian, Taiwan adalah anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com