Rupiah Sempat Rp 14.800 Per Dollar AS, BI: Insya Allah Nilai Tukar Menguat

Kompas.com - 19/08/2020, 16:11 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Perry memandang, rupiah akan kembali berpotensi menguat seiring level fundamentalnya yang masih undervalued. Hal ini didukung oleh rendahnya inflasi.

"Kalau diukur faktor fundamental, inflasi akhir tahun ini rendah, bahkan di batas bawah kisaran sasaran. Inflasi akhir tahun akan mengarah ke arah 2 persen. Kalau inflasi rendah, nilau tukar menguat," ucap Perry.

Faktor lainnya adalah defisit transaksi berjalan rendah, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, premi risiko Indonesia yang menurun, dan prospek pemulihan ekonomi yang menguat pada semester II 2020.

"Defisit transaksi berjalan akan di bawah 1,5 persen dari PDB. Dengan keputusan ( BI mempertahankan suku bunga) 4 persen, insya Allah aliran modal asing masuk, nilai tukar akan menguat," pungkasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X