Ini Besaran Tunjangan Anggota TNI di Perbatasan dan Pulau Terpencil

Kompas.com - 19/08/2020, 17:19 WIB
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Tarakan Laksamana Pertama Ferial Fachroni saat sidak di  Pos TNI AL di Sei Pancang  Sebatik. 14 warga Filipina yang terdampar di Pulau Bunyu dipastikan bukan dari kelompok radikal Isis. Mereka adalah pencari kerja yang kehabisan  pada cuaca buruk saat akan mencari kerja di Pulau Setangkai. Kontributor Nunukan, SukocoKomandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Tarakan Laksamana Pertama Ferial Fachroni saat sidak di Pos TNI AL di Sei Pancang Sebatik. 14 warga Filipina yang terdampar di Pulau Bunyu dipastikan bukan dari kelompok radikal Isis. Mereka adalah pencari kerja yang kehabisan pada cuaca buruk saat akan mencari kerja di Pulau Setangkai.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi anggota TNI memiliki konsekuensi untuk menjalankan tugas yang melekat. Salah satunya harus siap ditempatkan di daerah-daerah pelosok seluruh Indonesia, termasuk pulau terluar.

Beberapa prajurit TNI mendapatkan penempatan tugas di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Anggota TNI seringkali harus bertugas dalam waktu cukup lama dan meninggalkan keluarga. Banyak di antaranya bertugas menjaga daerah perbatasan.

Kawasan perbatasan memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi, seperti penyelundupan narkoba, aktivitas illegal, diantaranya logging, minning, traficking, termasuk pelintas batas secara. Hal ini juga menjadi perhatian prajurit TNI selama melaksanakan tugas di perbatasan.

Baca juga: Mengintip Kekayaan Terawan, Jenderal TNI yang Kini Jadi Menkes

Bagi anggota TNI yang bertugas di daerah 3T, ada tunjangan khusus yang diberikan. Prajurit TNI yang bekerja dan bertempat tinggal di wilayah terpencil diberikan tunjangan pengabdian wilayah terpencil setiap bulan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Besaran tunjangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 10 Tahun 2010. Besarannya yakni ( tunjangan TNI):

  • Sebesar 150 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah pulau-pulau kecil terluar tanpa penduduk.
  • Sebesar 100 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah pulau-pulau kecil terluar berpenduduk.
  • Sebesar 75 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas dan tinggal di wilayah perbatasan
  • Sebesar 50 persen dari gaji pokok bagi yang bertugas secara sesaat di wilayah udara dan laut perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar.

Gaji TNI

Besaran gaji prajurit TNI telah beberapa kali mengalami kenaikan. Gaji terbaru TNI diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.

Baca juga: Mengintip Besaran Gaji Polisi, Lengkap dari Tamtama hingga Jenderal

Berikut besaran gaji TNI berdasarkan golongan dari pangkat tamtama hingga perwira tinggi ( gaji TNI 2020):

1. Golongan I (Tamtama)

  • Kopral Kepala: Rp 1.917.100 hingga Rp 2.960.700.
  • Kopral Satu: Rp 1.858.900 hingga Rp 2.870.900.
  • Kopral Dua: Rp 1.802.600 hingga Rp 2.783.900.
  • Prajurit Kepala dan Kelasi Kepala: Rp 1.747.900 hingga Rp 2.699.400.
  • Prajurit Satu dan Kelasi Dua: Rp 1.694.900 hingga Rp 2.617.500.
  • Prajurit Dua dan Kelasi Dua: Rp 1.643.500 hingga Rp 2.538.100.

2. Golongan II (Bintara)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X