KILAS

Antisipasi Kekeringan, Kementan Bangun 2 Embung di Enrekang Sulsel

Kompas.com - 19/08/2020, 17:35 WIB
Ilustrasi embung. DOK. Humas KementanIlustrasi embung.

KOMPAS.com –Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, menjaga ketersediaan air pada musim kemarau sangat penting guna menjaga produktivitas pertanian.

"Musim kemarau bisa berdampak pada kekeringan, dan ini adalah ancaman serius buat pertanian. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasi ketersediaan air, salah satunya dengan membangun embung," tuturnya, Rabu (19/08/2020).

Dia mengatakan itu sehubungan proyek pembangunan dua embung guna menjaga produktivitas pertanian di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikerjakan Kementerian Pertanian (Kementan).

Pembangunan embung yang dikerjakan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) ini dilaksanakan di Kecamatan Maiwa dan Kecamatan Anggeraja.

Baca juga: Atasi Kesulitan Air, Kementan Bangun Dam Parit di Dua Desa di Bima

Direktur Jenderal PSP Kementan Sarwo Edhy menambahkan, musim kemarau di Enrekang biasanya dimulai pada Juli atau Agustus.

“Sedangkan tanam dilakukan September dimana kemarau masih berjalan. Untuk itu, kami antisipasi kekeringan dengan membangun embung di dua lokasi," ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi pertama pembangunan embung dilakukan di Desa Pattondon Salu, Kecamatan Maiwa. Pembangunan ini dilaksanakan oleh Kelompok Tani Kiwa yang diketuai Sofyan Adi Rosaldi.

"Embung dilakukan untuk mengairi lahan seluas 30 hektar. Dimensi embung yang kita bangun memiliki panjang 70 meter (m), lebar 26 m, dan dalam 3 m," terangnya.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Kementan Persiapkan Manajemen Air

Embung ini memanfaatkan mata air atau aliran permukaan. Hal ini dimungkinkan karena bangunan embung berada di tempat yang rendah.

Embung kedua dibangun di Desa Bubun Lamba, Kecamatan Anggeraja. Kegiatan ini dilakukan oleh Poktan Manini Punala yang diketuai Rismawati.

Sarwo memaparkan, di sana akan dibuat bangunan embung yang memiliki dimensi panjang 22 m, lebar 11 m, dan dalam 2,5 m. Beda dari sebelumnya, embung satu ini memanfaatkan air sungai.

"Lokasinya layak untuk embung karena bisa menampung air dari sungai yang dipompa ke dalam embung. Air ini kemudian dipompa kembali ke areal pertanaman dengan sprinkler," jelasnya.

Baca juga: Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.