Mengapa Pemerintah Suatu Negara Perlu Mengumumkan bila Terjadi Resesi?

Kompas.com - 19/08/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi resesi shutterstock.comIlustrasi resesi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Akhmad Akbar Susamto menilai, pemerintah suatu negara perlu mengumumkan bagaimana kondisi perekonomiannya kepada masyarakat luas. Tak terkecuali, jika negara tersebuh tengah masuk ke jurang resesi.

Menurut dia, jika pemerintah tak mengumumkan resesi, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi buruk dari rakyatnya.

“Risikonya adalah jika negara itu diam saja, sementara masyarakat dengar itu dari orang lain. Maka negara itu akan kelihatan enggak siap dan tidak kelihatan aware terhadap situasi,” ujar Akhmad dalam diskusi daring pada Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Thailand Minus 12,2 Persen

Selain itu, lanjut Akhmad, jika pemerintah terus menyembunyikan kondisi krisis di negaranaya akan memperlihatkan bahwa mereka tak siap untuk menghadapi kondisi itu.

Hal tersebut akan memberikan sinyal buruk bagi perekonomian dan bagi pelaku-pelaku ekonomi.

“Jadi lebih baik dia terbuka bahwa kita sedang menghadapi masalah dan mengajak siap-siap untuk menghadapi masalah. Itu kalau secara umum dari pemerintahnya,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan mengumumkan kondisi perekonomian suatu negara, hal tersebut bisa menyiratkan bahwa pemerintahnya telah siap menghadapi masalah tersebut.

“Bisa memberikan sinyal bahwa pemerintah aware terhadap situasi negara dan memberikan sinyal bahwa pemerintah siap menghadapi,” ucap dia.

Sebelumnya, Akhmad memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di Kuartal III 2020. Di Kuartal II 2020 sendiri pertumbuhan ekonomi RI minus hingga 5,32 persen.

Namun, lanjut Akhmad pertumbuhan ekonomi RI di Kuartal III tak akan seburuk di Kuartal II 2020.

Akhmad, juga menyebut kondisi perekonomian Indonesia di periode tersebut akan masuk ke jurang resesi.

“Kemudian pemerintah akan mengumumkan, ‘ya udah kita akan mengalami resesi’. Sebenarnya mereka (pemerintah) sudah siap-siap (resesi) kok, semua orang sudah mengerti, cuma yang enggak tahu angkanya berapa,” kata dia.

Baca juga: Daftar 14 Negara yang Masuk Jurang Resesi Ekonomi



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

Rilis
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Rilis
Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Whats New
Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Rilis
Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Whats New
Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Whats New
Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Whats New
Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Whats New
Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Whats New
 Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Whats New
Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Nikmatnya Tumis Ikan Asin Jambal Roti hingga Oseng Kacang Jaket Abang

[KURASI KOMPASIANA] Nikmatnya Tumis Ikan Asin Jambal Roti hingga Oseng Kacang Jaket Abang

Rilis
Nadiem: Kuota Internet Gratis Siswa, Guru hingga Dosen Cair Mulai 11 September 2021

Nadiem: Kuota Internet Gratis Siswa, Guru hingga Dosen Cair Mulai 11 September 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X