2 Tantangan OJK dalam Meningkatkan Literasi Keuangan di Indonesia

Kompas.com - 19/08/2020, 19:26 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Kristianti Puji Rahayu menyatakan, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh OJK dalam meningkatkan persentase literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Tantangan pertama adalah dari segi demografi.  Hal ini karena beragamnya budaya yang ada di Indonesia, mulai dari bahasa, adat, suku hingga ras. Belum lagi tingkat pendidikan dan perekonomian masing-masing wilayah di Indonesia juga berbeda.

"Makanya itu perlu strategi untuk melaksanakan ini, seperti pendekatan edukasi dan literasi serta penyusunan 10 sasaran prioritas dalam melaksanakan kegiatan edukasi," ujarnya dalam diskusi OJK yang disiarkan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: OJK Punya 3 Tantangan Besar, dari Kepercayaan Publik hingga Tutup Celah Goreng Saham

Menurut dia, 10 sasaran prioritas ini mulai dari pelajar, mahasiswa, profesi, karyawan, petani, nelayan, TKI dan calon TKI, hingga disablitas.

Lalu tantangan yang kedua adalah dari segi geografis.  "Kita berada di kepulauan, akses internet belum merata sehingga edukasi tanpa tatap muka menjadi sulit untuk digencarkan," katanya.

Selain itu pula adanya masalah gap indeks literasi keuangan yang terjadi di wilayah pedesaan dan perkotaan yang bisa menghambat.

Kristianti menyebut gap indeks literasi keuangan yang terjadi di wilayah perkotaan, indeksnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di desa.

"Dari total 34 provinsi di Indonesia ada 21 provinsi yang indeks literasinya masih di bawah indeks literasi nasional dan ini juga menjadi penghambat kita," katanya.

Untuk itu OJK sebagai otoritas di bidang keuangan memiliki strategi khusus untuk meningkatkan literasi keuangan dengan melakukan berbagai upaya seperti mengembangkan siklus perencanaan strategis edukasi dan literasi, mengembangkan edukasi digital, memperkuat program edukasi dan literasi keuangan syariah, memperkuat infrastruktur edukasi dan memperkuat aliansi strategis dengan stakeholder dan masyarakat.

Dia berharap dengan adanya strategi ini tingkat literasi keuangan di Indonesia khususnya di daerah terpencil bisa semakin meningkat.

Baca juga: OJK Batasi Kegiatan Usaha Asuransi Kresna



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Whats New
Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X