Menkop Teten: Presiden Minta Ekspor UMKM Naik Dua Kali Lipat

Kompas.com - 19/08/2020, 22:10 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual,  Senin (17/8/2020). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, saat ini kontribusi ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) baru mencapai 14 persen dari total nilai ekspor nasional per tahun.

Oleh sebab itu, dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan ekspor produk UMKM bisa naik dua kali lipat di tahun 2024.

"Jadi inilah nanti target kita memang, Pak Presiden menargetkan kita menaikkan volume ekspor kita dari 14 persen saat ini menjadi dua kali lipat di akhir 2024," ujarnya dalam peresmian Sekolah Ekspor secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Sudah 742.422 Pelaku UMKM Dapat Bantuan Tunai Rp 2,4 Juta

Namun, karena adanya pandemi yang memukul perekonomian seluruh dunia, Teten mengaku bakal merivisi target ini. Ia akan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi global yang tentunya tingkat permintaan tengah menurun.

"Cuma gara-gara pandemi ini kita memang harus mengukur lagi target-target kita yang lebih realistis, yak pokoknya tetap naik lah diatas 14 persen," ungkapnya.

Upaya untuk meningkatkan pasar di luar negeri dilakukan Teten dengan membuat Sekolah Ekspor yang menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitasnya. Program ini akan menyediakan beragam pelatihan bagi para pelaku usaha meningkatkan kulitas produk hingga cara masuk ke pasar global.

"Ini terhubung dengan ekosistem yang memungkinkan ekspor itu bisa kita genjot, seperti dengan lembaga pembiayaan, bea cukai, hingga teman-teman diaspora," imbuh dia.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah juga dengan fokus pada produk-produk UMKM yang memiliki banyak peminat di luar negeri. Misalnya produk di sektor perikanan dan furnitur.

"Jadi kita akan fokus di sektor-sektor yang memang permintaan luar negerinya banyak. Sehingga kalau kita sudah masuk nanti, kita juga bisa menawarkan produk yang lain," kata Teten.
Baca juga: BLT Rp 2,4 Juta untuk UMKM, Jangan Sampai Salah Sasaran



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X