YLKI: Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang Berkelanjutan

Kompas.com - 20/08/2020, 08:17 WIB
Ilustrasi minyak sawit. SHUTTERSTOCK/Nirapai BoonphengIlustrasi minyak sawit.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua YLKI Tulus Abadi menyebut banyak konsumen di Indonesia tidak mengetahui adanya komposisi minyak sawit yang terkandung dalam berbagai produk yang dijual di pasar.

Dia menilai konsumen di Indonesia yang hanya mengetahui minyak sawit sebagai minyak goreng dan tidak memikirkan apakah produk tersebut berkelanjutan atau tidak.

"Masih banyak yang tidak tahu tentang mana minyak yang berkelanjutan dan mana yang tidak dan saya pikir konsumen memiliki hak untuk memilih keduanya untuk digunakan," ujarnya dalam diskusi RSPO yang disiarkan secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Ini Jadwal Pencairan Hibah Rp 2,4 Juta untuk Usaha Mikro

Menurut Tulus, minimnya pengetahuan konsumen terhadap produk yang berkelanjutan disebabkan tidak adanya edukasi dari pelaku industri. Padahal, pelaku industri memiliki tanggung jawab saat menyalurkan produk-produk di tengah masyarakat.

Dia pun meminta kepada para pelaku industri minyak goreng untuk memastikan bahwa bahan baku produk yang mereka jual berasal dari kebun kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Produsen itu harus bertanggung jawab untuk membuat proses produksinya berkelanjutan sehingga produk-produk yang mereka jual itu ramah lingkungan," kata Tulus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Tulus meminta kepada para pelaku industri minyak sawit memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi terhadap hak-hak buruh dan hak asasi manusia lainnya.

Baca juga: [POPULER MONEY] Lowongan Kerja Tokopedia | 14 Negara yang Masuk Jurang Resesi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Work Smart
Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.