Buka Distribusi, Social Bella Gandeng Lebih dari 55.000 Peritel

Kompas.com - 20/08/2020, 13:00 WIB
ilustrasi kosmetik Thinkstock.comilustrasi kosmetik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Social Bella resmi membuka jaringan distribusi produk kecantikan melalui perusahaan afiliasi, PT Semesta Distribusi Indonesia (SDI).

VP Commercial PT Semesta Distribusi Indonesia (SDI) Helmi Prasetyo menyatakan, infrastruktur distribusi produk merupakan hal fundamental bagi perusahaan untuk berkembang. Namun, hal ini justru sering menjadi kendala besar yang menghambat pertumbuhan usaha terutama di Indonesia.

"Kami melihat ada gap antara pemilik brand dengan peritel dan di satu sisi pemilik brand dengan produk yang berkualitas tinggi dan strategi marketing yang begitu kreatif terhambat karena jaringan distribusi mereka yang terbatas," ujarnya mengutip siaran persnya, Kamis (20/8/2020).

Baca juga: AP II Terbitkan Obligasi Tahap II Senilai Rp 2,25 Triliun

"Di sisi lain, peritel justru mencari brand/produk yang menarik, namun tidak memiliki akses distribusi, channel komunikasi dan data mengenai produk yang diminati masyarakat, kebutuhan ini yang akan kami penuhi melalui SDI," sambungnya.

Helmi mengatakan sebagai langkah pembuka dalam memperkuat jaringan distribusi, SDI telah menggandeng lebih dari 55.000 rekan peritel, baik di Modern Trade (MT) dan General Trade (GT) di seluruh kota besar di Indonesia untuk memberikan pengalaman berbelanja komprehensif dan holistik bagi para pelanggan.

Hingga saat ini, SDI yang telah memiliki jangkauan yang luas melalui cabang resmi di 24 kota, 16 sales point, dan 10 sub distributor di seluruh Indonesia ini juga akan membantu peritel untuk mempermudah transaksi, pengiriman serta penyampaian komplain. Kedepannya, SDI akan terus membangun titik distribusi yang lebih luas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 28.000

Melalui SDI, Social Bella membuka akses distribusi yang lebih luas dan komprehensif bagi para mitra peritel, pelanggan, sekaligus menyediakan one stop service bagi pemilik brand kecantikan dan perawatan diri.

Dengan teknologi yang dikembangkan oleh Social Bella, pelanggan dapat mengetahui secara langsung proses pengiriman, pembayaran, komplain, update produk, serta promosi secara real time.

Sementara itu, bagi pemilik brand, SDI lewat tim brand development-nya dapat membantu memberikan wawasan tentang pemilihan produk ataupun pendekatan yang tepat untuk memasuki suatu pasar. SDI juga menyediakan saluran distribusi melalui ekosistem penjualan yang luas lewat tim trade marketing.

Baca juga: Ini Jadwal Pencairan Hibah Rp 2,4 Juta untuk Usaha Mikro

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Biaya Tes PCR Terbaru di Indonesia sebagai Syarat Naik Pesawat

Ini Biaya Tes PCR Terbaru di Indonesia sebagai Syarat Naik Pesawat

Whats New
IHSG dan Rupiah Bergerak di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Bergerak di Zona Merah Pagi Ini

Whats New
Lengkap, Syarat Naik Pesawat Terbaru ke Jawa dan Bali

Lengkap, Syarat Naik Pesawat Terbaru ke Jawa dan Bali

Whats New
Pinjol Ilegal Diduga Jadi Pencucian Uang Perusahaan Asing

Pinjol Ilegal Diduga Jadi Pencucian Uang Perusahaan Asing

Whats New
Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Menilik Kasus UMKM Frozen Food, Terancam Denda Rp 4 Miliar Hingga Aturan Mainnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Jelang IPO, GoTo Dapat Suntikan Dana dari Abu Dhabi Rp 5,7 Triliun

Rilis
Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Rugi 6 Tahun Beruntun, Bank Jago Akhirnya Cetak Laba Rp 14 Miliar

Whats New
Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Naik Pesawat Wajib PCR, Harga Tes Diminta Rp 50.000 hingga Kadin Minta Aturan Dicabut

Whats New
BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

BTN Targetkan Kredit Tumbuh Double Digit pada 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Aturan Terbaru Penerbangan, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Wajib Tes RT-PCR Mulai 24 Oktober

Whats New
Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Kenali Kriteria Ideal dari Seorang Manajer Proyek

Work Smart
Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Riset LD FEB UI: Gojek Sumbang Rp 249 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

[POPULER MONEY] Indonesia Penyebab Krisis Energi Singapura | Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.