Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Sudah Terbukti, Pembangungan Dam Parit Bisa Jaga Produksi Pangan

Kompas.com - 20/08/2020, 16:05 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pembangunan dam parit agar produksi pertanian tidak terganggu.

“Kami ingin pertanian bisa terus berproduksi dalam kondisi apa pun, termasuk saat musim kemarau dan Covid-19," tuturnya, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (20/08/2020).

Untuk itu, ia berharap, dam parit bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan bisa berdampak pada peningkatan indeks pertanaman.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Sarwo Edhy menilai, pembangunan dam parit harus bisa meningkatkan produksi pertanian.

Baca juga: Kementan Rehabilitasi Talang Air Saluran Irigasi yang Putus di Lombok Barat

Dam parit harus dikelola dan dijaga dengan baik oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada,” kata Edhy.

Terlebih menurut Edhy, adanya pembangunan dam parit sudah dirasakan manfaatnya oleh petani yang tergabung di Kelompok Tani Sinar Sugih Mukti, Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

"Mereka bisa melakukan tanam kedua di musim kemarau ini," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, keberhasilan pembangunan dam parit ini tentunya tidak terlepas dari peran tim teknis Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Baca juga: Ini Wilayah yang Masih Terjadi Hujan saat Musim Kemarau Menurut BMKG

"Pemilihan teknis lokasi dam parit diutamakan pada lokasi yang terdapat parit alamiah, sungai kecil atau saluran drainase yang dapat ditampung dengan debit air memadai," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, air tersebut kemudian dibendung dan dialirkan bagi keperluan irigasi pada musim kemarau dengan minimal debit 5 liter per detik.

"Dengan cara ini, masalah kekurangan air di lahan sawah Kelompok Tani Sinar Sugih Mukti dan sekitarnya terjawab," jelasnya.

Menurut Edhy, cara tersebut juga dilakukan sebagai upaya konservasi air dan antisipasi anomali iklim melalui pembangunan dam parit.

Baca juga: Derasnya Arus Investasi di Lampung Ancam Pertanian, Mentan: Kami Akan Lindungi Lahan Sawah

"Adanya konservasi itu mampu mengoptimalkan aliran air dari mata air Citalahab Bogor yang berjarak sekitar 5 kilometer (km) dari lokasi bangunan dam parit," tuturnya.

Terkait hal itu, Ketua Poktan Sinar Sugih Mukti, Ahmad Royani mengakui, dam parit memiliki dampak yang sangat positif buat petani.

“Sebelumnya kami hanya melakukan sekali tanam dan jika dilakukan tanam yang kedua hasil kurang maksimal karena susah air dan risiko gagal panen," jelasnya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com