Neraca Dagang RI Surplus 3,26 Miliar Dollar AS, Airlangga: Tertinggi Sejak Agustus 2011

Kompas.com - 21/08/2020, 10:25 WIB
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Webinar bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Perspektif Ekonomi dan Sosial, Jumat (26/06/2020). Dok. Youtube Direktorat InovkorMenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto dalam Webinar bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Perspektif Ekonomi dan Sosial, Jumat (26/06/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan luar negeri Indonesia Juli 2020 mengalami surplus sebesar 3,26 miliar dollar AS.

Realisasi neraca perdagangan tersebut disambut positif oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pasalnya, surplus tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2011.

“Ini sesuatu yang sangat positif di tengah situasi pandemi sekarang. Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011,” ujar Airlangga, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (21/8/2020).

Baca juga: Kebiasaan BUMN yang Buat Neraca Dagang RI Tekor

Lebih lanjut, Airlangga menyoroti kinerja ekspor non migas. Menurut dia, berbagai komoditas non migas berhasil mendongkrak realisasi ekspor nasional.

Ekspor non-migas pada Juli 2020 mencapai 13,03 miliar dollar AS atau meningkat 13,86 persen dibandingkan Juni 2020. Realisasi itu disumbangkan ekspor sektor industri yang meningkat 16,95 persen secara month to month (mtm), dengan kontribusi lebih dari 82 persen dari total ekspor.

Beberapa komoditas penyumbang ekspor di sektor industri di antaranya: logam mulia, perhiasan/permata, kendaraan, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

“Artinya komoditas utama ekspor Indonesia masih berdaya saing tinggi di tengah penurunan permintaan global sebagai dampak pandemi Covid-19. Sesuatu yang sangat positif mengingat saat ini Indonesia sedang membutuhkan sektor-sektor pengungkit agar pertumbuhan ekonomi di Kuartal III-2020 bisa lebih baik dibandingkan Kuartal II-2020,” tutur Menko Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyebutkan, menurunnya impor barang konsumsi juga berhasil memperbaiki kinerja neraca dagang nasional.

Tercarat total nilai impor pada Juli 2020 senilai 10,47 miliar dollar AS, dengan pangsa barang konsumsi sebesar 10,63 persen, barang modal sebesar 18,79 persen, dan bahan baku/penolong sebesar 70,58 persen dari total impor Juli 2020.

Baca juga: RI Surplus dan Defisit Neraca Perdagangan dengan Negara-negara Ini

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X